Puasa Sehat, Aman dan Imun Saat Pandemi

CIREBON – Dalam sidang isbat yang dilakukan Senin 12 April 2021, pemerintah menetapkan bahwa awal puasa 1 Ramadhan 1442 dimulai pada Selasa 13 April 2021. Puasa Ramadhan kali inipun masih sama dengan tahun 2020 yaitu masih dalam suasana pandemi. Hanya saja kali ini, masyarakat semakin menyadari prokes 5 M. Selama masa Ramadhan ini masyarakat dihimbau untuk bisa selalu memenuhi kebutuhan gizi seimbang ditambah dengan suplemen dan vitamin yang dapat meningkatkan stamina dan juga tingkat imunitas, ketika menjalani sahur dan berbuka puasa

“Sediakan menu berbuka lebih baik dari pada menu makan biasanya. Karena kita hanya makan dua kali sehari—sahur dan saat buka puasa—jaga konsumsi makan kita dengan gizi seimbang ditambah dengan vitamin dan suplemen yang memang dibutuhkan terutama di saat masa pandemi ini. Pertama adalah Aman dimana kita harus menjaga keamanan dengan tetap ketat menjaga prokes (protokol kesehatan), Imun selalu menjaga tingkat imunitas dan Amin…maksudnya kita tetap berdoa agar sehat selalu. Aamin,” ujar dr Susanti, seorang dokter Perusahaan media terbesar dalam wawancara khusus siaran podcast Kratingdaeng RedBull di Jakarta.

Untuk memperoleh konsumsi yang baik pola makan harus sehat. Artinya makan harus bervariasi mulai dari karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral. Pola makan sehat sehat tidak selalau mahal. Sayur bayam, tempe atau tahu dan sambal sudah memenuhi kebutuhan serat, protein dan karbohidrat. Selain pola makan yang sehat, juga tetap berolah raga untuk menjaga imunitas dengan intensitas ringan dan sedang. “Intensitas ringan saat olahraga masih bisa bicara dan bahkan bernyanyi kecil. Sedangkan olahraga intensitas sedang biasanya kita masih bisa berkomunikasi dengan teman olahraga, namun tidak bisa menyanyi-nyanyi. Selain dua hal tadi, pastikan kita istirahat cukup, karena saat puasa kan biasanya kita kurang tidur. Jadi perhatikan juga istirahat kita,” ujar dokter enerjik yang akrab disapa dr Santi lebih jauh.

Secara keseluruhan, saat menjalankan puasa sekarang ini sangatlah perlu memperhatikan gaya hidup sehat yang mencakup pola makan, olahraga dan istirahat cukup. Kalaupun perlu suplemen untuk menambah energi agar tetap beraktivitas dangan penuh, pilihlah suplemen yang sesuai dengan kondisi tubuh masing-masing. “Untuk menambah energi pada saat puasa, Kratingdaeng RedBull bisa menjadi suplemen yang ikut membantuh meningkatkan stamina sekaligus menambah energi. Dan minuman ini aman dikonsumsi serta mengandung bahan-bahan yang dibutuhkan tubuh saat puasa,” ujar Agus Wijaya, Marketing Manager Kratingdaeng RedBull  pada acara ngabuburit hari pertama puasa di kompleks Masjid Agung Cirebon Bersama masyarakat setempat.

Dalam acara ngabuburit ini Kratingdaeng RedBull membagikan masker pada masyarakat. Acara ini merupakan sesi terakhir dari keseluruhan rangkaian kegiatan Kratingdaeng RedBull Energy Roadshow yang dijadwalkan berakhir di bulan Ramadhan. Masyarakat Cirebon mempunyai budaya dan kebiasaan di bulan Ramadhan, selain acara Drugdak, masyarakat setempat juga menjalankan tadarus setelah sholat ashar di Masjid yang didirikan oleh Wali Songo 514 tahun lalu. Usai tadarus biasanya dilanjutkan ngabuburit di halaman kompleks masjid dan Keraton Kasepuhan Cirebon. Pada saat itulah Kratingdaeng RedBull membagikan masker dan juga produknya.

“Drugdak adalah acara pukul bedug terusan selama 30 menit di Masjid Agung menjelang sholat Ashar. Acara ini diselenggarkan sehari sebelum Ramadan. Selesai pukul bedug,  kami sholat Ashar Bersama. Drugdak ini acara khas Cirebon dan saya sudah mengikutinya sejak tahun 1993 saat pertama saya menjadi penjaga Masjid Agung. Acara ini dilakukan sejak jaman Wali Songo sebagai salah satu cara penyebaran Islam. Bedug ditabuh saat Ashar di awal dan akhir bulan Ramadhan dan ditabuh juga setiap jam 12 malam di sepanjang bulan Ramadhan,” ujar Bajuri, 63 tahun, sang penjaga Masjid Agung.

Lain lagi dengan masyarakat yang datang ke acara ini. “Saya selalu datang ke Masjid Agung ini, kemarin jam ashar juga mengikuti acara Drugdak. Sudah kebiasaan saya sholat ashar lalu tadarus di sini selama bulan Ramadhan, tahun lalu saya juga melakukannya walaupun di masa pandemi. Yang penting saya selalu menggunakan masker, cuci tangan dan menjaga jarak saat sembayang, alhamdullilah saya tidak terpapar virus Corona,” ujar Mahmuri, 51 tahun, warga Mandalangan, Cirebon. Dia juga berterima kasih karena mendapat masker dan minuman Kratingdaeng, yang menurutnya aman dikonsumsi.
Aman dikonsumsi
Dokter Santi secara terpisah kembali  menjelaskan, “Bagaimana mengetahui suplemen yang aman. Pastikan produk tersebut terdaftar secara resmi di BPOM atau juga SNI. BPOM adalah Lembaga pemerintah yang menyatakan sebuah produk aman dikonsumsi. Selain aman, pastikan mengkonsumsinya sesuai dengan kebutuhan dan jangan berlebihan karena ambang batas dan juga ketahanan seseorang dengann orang lainnya terhadap suplelemen cair ini tidak sama.”

Selalu lihat aturan konsumsinya dan jadilah masyarakat yang cermat dan cerdas ketika memilih suplemen cair atau suplemen-suplemen lainnya. Menjadi cerdas dan cermat adalah kunci seseorang bisa menjalankan gaya hidup sehat dengan baik selama menjalankan ibadah puasa. Sekali lagi ditekankan oleh dr. Santi agar masyarakat menjaga pola makan sehat dan juga menjaga asupan cairan, karena saat puasa, seseorang cenderung dehidrasi kekurangan cairan. Suplemen ini bisa dikonsumsi saat setelah sahur dan setelah berbuka puasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.