Bantu Warga Terdampak Covid-19, Guru DTA dan TPQ Dapat Uang Ketupat

Bantu Warga Terdampak Covid-19, Guru DTA dan TPQ Dapat Uang Ketupat
ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES SIMBOLIS: Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika didampingi Ketua Baznas Purwakarta Saparudin saat menyerahkan insentif atau uang ketupat secara simbolis kepada perwakilan guru DTA dan TPQ.
0 Komentar

PURWAKARTA-Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Purwakarta dan Pemda setempat menyalurkan insentif untuk para guru Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA) dan Guru Taman Pendidikan Alquran (TPQ), Kamis (6/5).

Bertempat di Bale Sawala Yudistira Komplek Pemda Purwakarta, kegiatan tahunan tersebut sebagai bentuk dukungan Baznas terhadap Pemda Purwakarta dalam membantu warga terdampak Covid-19.

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mengapresiasi kolaborasi dan sinergi antar lembaga yang menghimpun dana umat dari para PNS melalui Baznas dan mempercayakan pengelolaannya oleh Baznas. “Ada tiga prinsip yang menjadi patokan dalam upaya pembangunan Purwakarta. Ketiganya adalah kolaborasi, sinergi, dan adaptasi. Dalam kondisi pandemi ini, banyak sekali perubahan yang harus dihadapi terutama dalam segi pembangunan, dan ini penting untuk tetap melanjutkan Purwakarta Istimewa,” kata Ambu Anne.

Baca Juga:SD Labschool UPI Usung Gema RamadhanHarga Daging di Subang Sapi Tembus Rp130 Ribu

Menurutnya, OPD yang ada di pemerintahan daerah tidak ada yang khusus menangani bidang tersebut. Ini mengacu kepada UU Nomor 23 Tahun 2014 pengganti UU Nomor 32 Tahun 2004 yang berkaitan dengan Pemerintah Daerah. Jelas disebutkan ada pembagian kewenangan, salah satunya bidang keagamaan yang menjadi kewenangan pusat. “Pemerintah daerah tetap akan menyentuh semua aspek yang bersangkutan dengan masyarakat Purwakarta, akan tetapi ada keterbatasan perencanaan, penganggaran sampai implementasi yang berkaitan dengan keagamaan di Purwakarta,” ujarnya.

Disebutkan Ambu Anne, Baznas Kabupaten Purwakarta tidak hanya berperan sebagai lembaga pengumpul dan pendistribusi perolehan zakat, infak sedekah, akan tetapi juga harus mampu membangun kemashlatan dan pemberdayaan umat di kabupaten Purwakarta. “Semua masyarakat Purwakarta harus tetap berikhtiar untuk selalu membangkitkan semangat baru dalam meningkatkan perekonomian masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Di antaranya dengan mendorong UMKM yang ada di Purwakarta agar selalu bangkit,” kata Ambu Anne.

Sementara itu, Ketua Baznas Purwakarta H Saparudin SFil I MM Pd mengatakan, menjelang lebaran pihaknya memberikan uang ketupat untuk para guru DTA dan TPQ. Pemberian tersebut sebagai bentuk kepedulian pemda dan Baznas kepada para ustaz dan ustazah dan kiai yang mengajar di sekolah-sekolah agama. “Baznas belum mampu memberikan insentif dengan jumlah yang besar. Insyaallah kalau kita sudah bekerjasama dengan pemerintah daerah kalau zakatnya meningkat pasti bantuan yang diberikan juga meningkat,” ucapnya.(add/sep)

0 Komentar