Membaca Jejak Digital Segala Urusan: Masa Lalu, Kini Dan Nanti

Membaca Jejak Digital Segala Urusan: Masa Lalu, Kini Dan Nanti
0 Komentar

Obyek tersebut adalah bumi yang direkam Satelit MTSAT atau sekarang disebut Himawari.  Satelit cuaca buatan Jepang ini mengorbit bumi pada ketinggian dan kecepatan tertentu, yang disebut Orbit Geostasioner. sehingga posisinya selalu berada di atas Jayapura, Papua.  Bumi yang seperti kelereng biru mengapung di kegelapan ruang semesta alam.  Story telling yang bermakna dapat dikembangkan sesuai latar belakang pengetahuan, pengalaman, dan bahkan pertanyaan ketidaktahuan.

Sebagai contoh, pola dan arah pergerakan awan di atas permukaan bumi pun tercatat jejak digitalnya.  Tinggal mau mengarah atau diarahkan kemana. Apakah menjadi awan pembawa berkah atau bencana.  Fenomena ini dapat lebih mengingatkan kita untuk selalu bersyukur dan berhati-hati dalam bertindak.

Sebagai manusia, tindakan sekecil apapun semua juga tercatat dan ada jejak digitalnya dimana dan kemana saja manusia berada, baik masa lalu, kini dan nanti, bahkan jauh ke depan. Detik ini menentukan ke arah mana kita akan menuju.  Nanti belum tahu apa yang akan terjadi. Namun masa depan tetap harus diantisipasi untuk memberi arti jejak digital mulai saat ini, pentingnya mitigasi bencana di era digital .

Baca Juga:Bertemu Anies, AHY Saling Apresiasi dan Ingin Terus BerkolaborasiPeran Orang Tua dan Guru Dalam Pembelajaran Daring

Menghadapi masa Pandemi Covid-19, berfikir postitif, namun tetap waspada dan hati-hati.  Ada negara sedang mengalami “tsunami” Covid-19 yang lebih dahsyat.  Semoga Indonesia dapat mengendalikan pandemi ini. Dibalik bencana mesti harus harus dipetik hikmahnya untuk meyakinkan bahwa Tuhan maha besar dan manusia betapa kecil dengan segala keterbatasannya. (*)

Laman:

1 2
0 Komentar