oleh

Lima Hektar Sawah Tidak Bisa Ditanam, Warga Tuntut PT Taifa Jaya Development Tanggungjawab

SUBANG-Forum Masyarakat Gembor mengeluhkan  kerusakan lingkungan yang diduga disebabkan oleh  PT Taifa Jaya Development, di Desa Gembor.

Koordinator Forum Masyarakat Gembor, Deni Subroto mengatakan, sebanyak lima hektare sawah milik 13 petani di Blok Sawah Girang Gembor sudah dua musim tidak bisa ditanam akibat tertutup pembangunan kawasan Taifa.

“Masyarakat menginginkan pembebasan tanah, karena percuma jika diteruskan menanam padi juga gagal terus,” paparnya kepada Pasundan Ekspres, Minggu (23/5).

Forum Masyarakat Gembor menuntut pihak Taifa untuk bertanggung jawab penuh atas tidak bisanya petani untuk menggarap lahannya. Menurut Deni, para petani tersebut sudah kehilangan mata pencahariannya.

“Rabu nanti kami akan menemui Ketua DPRD Subang untuk melakukan audiensi terkait persoalan ini,” tambhannya.

Dia menegaskan, Forum Masyarakat Gembor bukan berarti menolak program pemerintah untuk melakukan industrialisasi. Melainkan menuntut pemerintah agar tidak semena-mena dalam pembangunan yang berakibat merugikan masyarakat.

“Kami justru bukan berati tidak mendukung, tapi bukan berati malah membuat rakyat sengsara juga kan pembangunan industrialisasi untuk investasi ini,” tegasnya.

Dia meminta kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Subang untuk bertindak tegas kepada investor-investor yang hanya merugikan masyarakat tersebut.

Sementara itu, pihak PT Taifa Jaya Development sampai berita ini ditulis belum berhasil dimintai keterangan. Melalui keamanan pembangunan proyek kawasan PT Taifa Jaya, jika akan melakukan konfirmasi agar membuat janji terlebih dulu.

“Sudah ada janji mas? Buat janji dulu, supaya enak mas,” ungkap petugas keamanan yang enggan disebutkan namanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Subang Narca Sukanda membenarkan jika hari Rabu mendatang akan ada audiensi dari Forum Masyarakat Gembor. “Iya ada, nanti setelah audiensinya berjalan baru saya bisa jelaskan persoalannya apa, sekarang kan belum,” ujarnya.(idr/ysp)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *