oleh

Jaga Protokol Kesehatan, Warung Kopi Gunung Registrasi Terlebih Dahulu

BANDUNG BARAT-Tempat kuliner Warung Kopi Gunung menjadi buah bibir dengan membludaknya kunjungan ke café yang berada di kawasan hutan Cikole, Lembang Kabupaten Bandung Barat karena saat ini masuk ke dalam zona merah penyebaran Covid-19.

Meskipun Lembang masuk zona merah penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bandung Barat, tidak menghalangi para pengunjung untuk datang ke Warung Kopi Gunung yang saat ini menjadi salah satu tujuan favorit para milenial untuk mencoba sensasi ngopi di hutan pinus.

Berdasarkan Surat Edaran Bupati Bandung Barat Nomor 556/1559 – Disparbud tentang Penutupan Destinasi/ Objek Wisata di Kabupaten Bandung Barat, ada empat poin yang menjadi titik berat diantaranya, destinasi wisata ditutup sementara mulai tanggal 16 Juni 2021 sampai dengan 22 Juni 2021 dan akan dievaluasi dalam pelaksanaannya.

Dalam surat edaran yang ditandatangani Plt Bupati Bandung Barat, Hengki Kurniawan disebutkan,  aktivitas hotel, resort dan penginapan dibatasi maksimal 50 persen dari daya tampung ruangan.

Selanjutnya aktivitas restoran, rumah makan dan café juga dibatasi maksimal 50 persen dari daya tampung dan waktu operasional dibatasi maksimal hingga pukul 21.00 WIB. Selain itu juga setiap tempat tetap menerapkan protokol kesehatan (3M) serta tetap menciptakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Menyikapi banyaknya kunjungan ke Warung Kopi Gunung, pihak pengelola akan mentaati peraturan yang dikeluarkan Pemkab Bandung Barat terkait pembatasan pengunjung dalam satu waktu. Untuk itu, kini pengelola tidak akan lagi melayani pengunjung yang datang tanpa registrasi terlebih dahulu.

Pengelola Warung Kopi Gunung, Olav Rene menyatakan, setiap pengunjung harus registrasi terlebih dahulu pada admin sebelum datang ke café untuk mendapatkan pelayanan. Apabila tidak maka tidak akan mendapatkan tempat duduk dan pelayanan dari pihak café.

“Mulai Selasa 22 Juni 2021 tidak melayani pengunjung yang datang langsung ke café. Hal itu dilakukan agar memudahkan pengelola mengatur jumlah pengunjung sesuai aturan yang dikeluarkan Pemkab Bandung Barat,” ucap Olav, Senin, 21 Juni 2021.

Olav mengungkapkan, Warung Kopi Gunung bisa menampung 300 orang dalam satu waktu. Akan tetapi dikarenakan pandemi maka akan diterapkan pembatasan pengunjung, per 2 jam hanya melayani sebanyak 40 transaksi.

“Dengan registrasi dan pembatasan transaksi akan memudahkan dalam pemenuhan pembatasan pengunjung dan menghindari adanya kerumunan,” jelasnya.

Sejauh ini, kata Olav, pihaknya selalu menjaga agar areal café Warung Kopi Gunung tetap steril dengan melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala. Begitu juga para pengunjung diharuskan cek suhu sebelum masuk areal café dan disediakan fasilitas cuci tangan.

“Kopi Warung Gunung hampir 90 persen areal terbuka tapi penerapan protokol kesehatan tetap dilaksanakan dengan ketat,” tandasnya.(eko)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *