oleh

JANGAN PHP!!! Pengangkatan Guru Honorer Belum Tuntas

Anggota Komisi X DPR RI Ledia Hanifa Amaliah mengkritisi perihal pengangkatan guru dan tenaga kependidikan (GTK) honor menjadi ASN yang masih belum tuntas hingga saat ini.

Menurut beliau, ada persoalan internal pemerintah yang menjadikan persoalan pengangkatan GTK ini seperti terlempar di sana-sini.

Ledia Hanifa meminta Pemerintah agar berhenti memberi informasi yang cenderung PHP (pemberian harapan palsu).

“Jangan lagi sebut pengangkatan 1 juta guru. Karena ini jatuhnya seperti PHP. Kenapa saya katakan demikian, karena pada kenyataannya tidak begitu kan,” terangnya.

Beliau mengatakan, baru 500 ribuan pendaftar saja pada Desember lalu belum juga kelar prosesnya sampai saat ini. Lalu ternyata ada syarat dan ketentuan berlaku yang tidak jelas, sehingga menjadi tidak fair bagi para GTK itu sendiri.

“Jadi STOP PHP, perbaiki internal, segera selesaikan urusan pengangkatan GTK honor ini. Itu pesan kami,” tutur Ledia, Jumat (25/6).

Sudah Lebih Dari 10 Tahun

Ledia menambahkan, bahwa Rencana pengangkatan para GTK Honor menjadi ASN ini memang berliku-liku. Sudah lebih dari 10 tahun jeritan para guru honor yang sudah mengabdi bertahun-tahun bahkan ada yang sampai belasan hingga puluhan tahun masih nyaring terdengar.

“Sebab mereka semua berharap janji pemerintah untuk melakukan pengangkatan guru honor berstatus menjadi ASN bisa segera terwujud,” ungkapnya.

Baik bagi Para guru honorer yang berstatus K2 yang dijanjikan untuk diangkat menjadi ASN berstatus PNS dan juga para GTK honor yang direncanakan menjadi ASN berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Sejak sekian tahun silam, bahkan sejak awal Pak Jokowi menjabat di periode pertama kan persoalan pengangkatan guru honor ini sudah menjadi salah satu agenda reformasi bidang pendidikan,”ungkapnya.

Tapi, yang jadi persoalan pengangkatan guru K2 saja belum beres. Kini ada lagi persoalan GTK Honor untuk menjadi calon PPPK.

“Saya sangat khawatir melihat situasi internal pemerintah seperti ini, akan terus menjadi hambatan bagi impian para guru dan tenaga kependidikan ini untuk segera diangkat menjadi ASN,” jelasnya.

Dari data yang disampaikan oleh pihak pemerintah dalam rapat bersama Komisi X DPR RI di Senayan (23/6) kembali diungkap soal kebutuhan guru yang mencapai 1 jutaan guru.

Sayangnya proses pengangkatan ini tidak mudah. Banyak terhambat di faktor administrasi. Bahkan beberapa Pemda terlaporkan masih enggan menindaklanjuti pengangkatan GTK menjadi ASN ini karena khawatir membebani APBD mereka.

Ledia melanjutkan, bahwa dari berbagai pertemuan dengan Pemda banyak diperoleh temuan bahwa Pemda merasakan ketidakjelasan kebijakan hingga mengambil sikap menunda pengangkatan GTK honor menjadi ASN.

“Sebab mereka harus berpikir, bagaimana nanti penyelesaian pembayaran gaji pada para guru ini sesudah diangkat. Banyak kekhawatiran mereka terkait soal keberlangsungan ke depannya karena mereka tentu memperhitungkan kekuatan daerah mereka dalam hal APBD-nya,” pungkasnya. (Re/Jni)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *