oleh

Aman!! Pemkab Klaim Stok Peti Jenazah dan Kelengkapan Pemulasaraan Masih Tersedia

LEMBANG-Lantaran habisnya stok kantong jenazah, pasien terpapar Covid-19 di salah satu desa di Lembang, demi keamanan pemakaman jenazah tersebut setelah dikafani terpaksa dibungkus juga menggunakan plastik bening.

Ketua Tim Pemulasaraan Jenazah Covid-19 Desa Lembang Ade Juhaeri membenarkan adanya jenazah pasien Covid-19 yang dimakamkan menggunakan plastik bening. Hal itu berawal saat pihaknya menerima laporan dari seorang warga. “Ketika kami menerima laporan warga yang meninggal beberapa hari lalu. Kami segera berupaya untuk menangani setelah adanya pengecekan terhadap jenazah tersebut, ternyata positif Covid-19. Untuk pengurusan dan mensterilkan jenazah, kami mencari kantong mayat. Sehubungan dengan informasi bahwa yang mempunyai adalah pihak puskesmas, ternyata setelah kami menghubungi puskesmas, kantong jenazah tidak tersedia,” ujar Ade.

Akhirnya sesuai arahan tim medis, kata dia, jenazah tersebut diamankan menggunakan kantong plastik agar tidak menular pada yang menangani dan masyarakat lain. Sebelumnya, pihaknya sudah mengurus jenazah dengan memandikan dan dikafani. “Untuk pengamanan sementara, jenazah dibungkus tikar dan memberitahukan masyarakat tidak mendekati jenazah tersebut menunggu sterilisasi jenazah,” tegasnya.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinas Kesehatan Bandung Barat Wishnu Pramulo Adhi mengatakan setiap rumah sakit di KBB menyediakan stok peti jenazah dan kelengkapan pemulasaraan jenazah lainnya. “Setahu saya beberapa bulan kemarin Dinkes KBB sudah menyediakan stok peti jenazah dan kelengkapan, baik plastik wrap dan kantung jenazah,” ungkap Wishnu.

“Jika ada kematian di luar rumah sakit, maka pihak Satgas desa dan Puskesmas yang sudah dilatih pemulasaraan akan melaksanakan dan meminta peti serta kelengkapan lainnya ke rumah sakit terdekat yang sudah ready stock,” katanya

Pihaknya belum menerima laporan perihal adanya pasien Covid-19 yang isoman di Lembang dimakamkan menggunakan plastik bening. “Saya kurang paham kenapa hal ini terjadi. Apa kematian tersebut diketahui satgas dan puskesmas atau tidak? Jika stok habis di Lembang, bisa ambil di rumah sakit lain. Semua RSUD di wilayah KBB menjadi tempat penyimpanan peti jenazah beserta kelengkapannya, misalnya RSUD Cililin, Cikalongwetan, dan Lembang. Lebih dekat ambil peti jenazah ke mana,” tegasnya.

Wishnu mengklaim sejauh ini pihaknya belum pernah menerima laporan adanya desa yang mengalami kehabisan stok kantong jenazah seperti yang terjadi di Lembang. “Selama ini semua Satgas desa koordinasi dengan puskesmas setempat,” tandasnya.(eko/sep)

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *