oleh

Selama PPKM Omzet Pedagang Turun Drastis

SUBANG-Masa PPKM Darurat yang berlaku sejak 3-20 Juli dirasakan begitu berat dan penuh perjuangan. Dengan berlakunya pembatasan kegiatan tersebut otomatis, turut berdampak pada penghasilan para pedagang.

Salah satu penjual buah Deden Ahmad mengatakan, meski masih buka, namun penjualan bisa dibilang sulit dan menurun. Apalagi dengan adanya situasi PPKM darurat, mobilitas warga ikut menurun dan sah satunya berdampak pada dagangannya.

“Paling sehari 4-5 pembeli ya. Biasanya 10-15 pembeli ada kalau lagi normal. Ini saat PPKM ya 4-5 pembeli sudah Alhamdulillah,” ucapnya.

Senada salah satu pedagang buah lainnya, Ahmad Subhan mengaku pada saat pandemi mendera, memang memengaruhi usahanya. Terlebih, dengan beragam pembatasan yang diberlakukan pemerintah untuk meminimalisasi pergerakan masyarakat membuat semakin sedikit orang yang singgah.

“Ke penjualan ada ya dampaknya. Penurunan. Termasuk sekarang dibatasi lagi. Tadi dikasih tau tutupnya jam 8 malam,” kata Ahmad.

Ahmad mengaku tak bisa berbuat banyak selain dengan mengikuti anjuran pemerintah terkait PPKM darurat tersebut.

“Ya sekarang mah ikut saja intruksi pemerintah ya. Tutupnya mulai besok jam 8, karena untuk mencegah penyebaran Covid-19,” ucapnya.

Sementara itu, Pemilik Warung Nasi Rodiyah juga mengalami nasib serupa. Pemberlakuan PPKM memberikan dampak menurunnya kunjungan dan juga pembelian makanan. Apalagi juga dirinya dihantui razia atau didatangi aparat.

“Iya kadang tidak tenang karena takut didatangi aparat dan terkena denda,” kata Rodiyah

Selain itu, terkadang orang yang makan pun juga belum terbiasa untuk membawa pulang makanan atau take away. Oleh karena terkadang ia juga merasa was-was.

“Padahal ke pembeli juga sudah dikasih tahu, untuk membawa makanannya pulang saja tetapi yang namanya diwilayah seperti kadang susah. Orang praktis mau makan langsung,” imbuhnya.(ygi/vry)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *