oleh

Subang Masih PPKM Level 3 Sejumlah Jalan Masih Ditutup, Berikut Detail Aturannya

SUBANG-Kabupaten Subang temasuk ke Pembatasan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di Jawa Barat. Data tersebut diperoleh dari website resmi Pikobar Jawa Barat.

PPKM Level 3 di Subang, mulai berlaku sejak keputusan Presiden pada Minggu (25/7). Namun hingga Senin (26/7) sore, dari pantauan Pasundan Ekspres, belum ada perubahan yang signifikan. Misalnya saja, arus jalan atau ruas jalan yang beberapa waktu lalu ditutup di sekitar Kota Subang, masih pula berlaku di PPKM Level 3 ini.

“Selama masih berlakukan aturan PPKM mau dengan embel-embel level atau apapun lah, tetap saja masih sepi. Beberapa ruas jalan juga masih ditutup. Padahal kalau jam-jam tertentu. Lantaran ditutupnya beberapa ruas jalan malah terjadi penumpukan,” ujar Pengemudi Ojol, yang biasa mangkal diperempatan Sinta, Toto (36).

Beberapa razia atau woro-woro sosialisasi dalam pemberlakuan PPKM Level tiga hari pertama ini tidak seperti pemberlakuan PPKM Darurat beberapa waktu lalu. Petugas hanya terlihat berjaga dibeberapa ruas jalan yang ditutup setiap pagi atau sore.

“Agak longgar kalau sekarang. Jadi saya juga berani buka. Berbeda dengan minggu lalu, nyaris tiap siang petugas mondar mandiri terus,” ungkap Sudiman (46) pemilik Warteg di jalan Otto Iskandar Dinata.

Kapolres Subang AKBP Aries Kurniawan Widiyanto, melalui Kasat Lantas Polres Subang AKP Endang Sujana mengatakan, rekayasa lalulintas yang diberlakukan di sejumlah jalan arteri itu masih berlaku. Belum ada perintah untuk pembukaan. Masih berlaku  penutupan dan pemberlakuan satu arah selama 24 jam setiap hari ini dan bergantung pada perintah komandan.

“Belum ada intruksi. Masih berlaku penutupan dan pemberlakukan satu arah di sejumlah ruas jalan arteri tersebut, bertujuan untuk meminimalisir mobilitas masyarakat selama PPKM berlangsung,” ujar AKP Endang.

Sementara itu, dikutip dari Humas Provinsi Jawa Barat, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyebut 11 daerah yang menerapkan PPKM Level 3 yakni Kabupaten Sukabumi, Subang, Pangandaran, Majalengka, Kuningan, Indramayu, Garut, Cirebon, Cianjur, Ciamis, dan Tasikmalaya.

Menurut Emil, berdasarkan laporan pemerintah pusat, sebenarnya ada 13 daerah di Jabar yang masuk Level 3. Namun, dua daerah lainnya, yakni Kabupaten Bandung Barat dan Kota Cimahi, tetap menerapkan PPKM Level 4 karena berada dalam aglomerasi Bandung Raya.

“Jabar sebenarnya ada 13 daerah yang sudah masuk ke PPKM Level 3, terbanyak di seluruh pulau Jawa-Bali. Tapi, yang diizinkan ke Level 3 hanya ada 11 daerah. Karena Kota Cimahi dan Bandung Barat masuk ke wilayah aglomerasi Bandung Raya maka diarahkan melakukan PPKM Level 4,” paparnya.

Kelonggaran yang diberikan pada PPKM Level 3, antara lain, WFO 0 persen (non esensial), WFO 100 persen (esensial + kriktikal), toko 50 persen dengan kapasitas sampai dengan pukul 20.00 WIB, Pasar 50 persen buka sampai dengan pukul 15.00 WIB.

Mal buka 25 persen hingga pukul 17.00 WIB, PKL buka sampai dengan pukul 20.00 WIB, warung makan buka 25 persen hingga pukul 20.00 WIB serta diperbolehkan dine in namun maksimal 3 orang dengan waktu 20 menit, tempat ibadah 25 persen dengan kapasitas yang ditentukan, pernikahan 20 orang (no dine in), serta transportasi 75 persen.(idr/vry)

Kelonggaran PPKM Level 3

WFO 0% (non esensial)

WFO 100% (esensial + kriktikal)

Toko 50% dengan kapasitas sampai dengan pukul 20.00 WIB

Pasar 50% buka sampai dengan pukul 15.00 WIB

Mal Buka 25% hingga pukul 17.00 WIB

PKL buka sampai dengan pukul 20.00 WIB

Warung makan buka 25% hingga pukul 20.00 WIB serta diperbolehkan dine in namun maksimal 3 orang dengan waktu 20 menit

Tempat ibadah 25% dengan kapasitas yang ditentukan

Pernikahan 20 orang (no dine in)

Transportasi 75%

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *