oleh

Sipon BTT 51 Tarum Timur Rampung, Kin Petani Siap Garap Sawah

SUBANG-Amblasnya Sipon BTT 51 akibat banjir pada Februari lalu segera ditangani PT. Wika. Lahan pertanian sempat kekurangan pasokan air sekitar selama empat bulan.

Kini air kembali mengalir normal. Proyek Sipon BTT 51 itu kini dalam tahap finishing. Sementara konstruksi utama Sipon dan jalan arah Jatireja Compreng sudah bisa dilintasi kendaraan.

Petugas Proyek PT Wijaya Karya (Wika), Irfan saat ditemui Pasundan Ekspres menyampaikan, tak lama saat amblasnya Sipon ini alat berat langsung diterjunkan untuk membongkar bangunan Sipon yang amblas. Saat itu aliran air ditutup, untuk memudahkan pengerjaan proyek tersebut.

“Ya ini kita kerjakan selama hampir lima bulanan dari Februari hingga Juli ini masuk tahap finishing,” kata Irfan.

Saat proses pengerjaan, para petani mendesak agar dipercepat. Mengingat air sangat dibutuhkan untuk pertanian.

“Air Tarum Timur ini kan cukup besar dan merupakan saluran induk, untuk suplai air pertanian di Subang dan Indramayu,” tuturnya.

Konstruksi Sipon BTT 51 Tarum Timur memiliki diameter 4 meter. Panjang Sipon 45 meter dan Lebar 17 meter. Kedalaman 11 meter dan tebal tutup Sipon 80 cm.

Untuk jumlah pekerja proyek, awal pengerjaan itu lebih dari 50 orang dan hingga finishing ini hanya 15 orang.

“Tanggal 12 Juli lalu, aliran air dibuka kembali. Sementara untuk Sipon dengan teknik buka tutup,” tukasnya.

Dengan mengalirnya aliran Tarum Timur itu, petani di wilayah Compreng dan sekitarnya sudah siap mengolah lahan kembali.(dan/ysp)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *