oleh

Uda Herman: Prioritaskan Kesehatan, Jangan Konsumtif

PURWAKARTA-Pengamat ekonomi asal Purwakarta yang juga Konsultan Pajak Senior Drs. H. Suherman Saleh, Ak, M.Sc, CA, mengingatkan kepada masyarakat, khususnya warga Purwakarta untuk menyikapi pandemi Covid-19 ini dengan bijak.
Ketua Umum Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia (AKP2I) ini pun menganjurkan jika kesehatan harus menjadi prioritas dan tidak berperilaku konsumtif saat pandemi. “Di dalam situasi wabah atau pandemi Covid-19 yang berdampak pada ekonomi, masyarakat dianjurkan untuk dapat mengatur pengeluaran sebaik mungkin dan fokus pada kesehatan,” ujar pria yang akrab disapa Uda Herman ini saat ditemui di Purwakarta, Ahad (8/8).
Dijelaskan Uda Herman, semua harus dapat menahan diri untuk tidak berperilaku konsumtif yang biasanya banyak dilakukan pada situasi normal. “Ingat ya, bukan dikurangi, akan tetapi hilangkan kebiasaan konsumtif. Saya anjurkan juga untuk menahan diri. Misal dengan tidak membeli pakaian yang tidak perlu, tidak jalan-jalan atau piknik sana-sini,” ujarnya.
Uda Herman juga mengajak masyarakat untuk mengutamakan kesehatan dan menjalani hidup sehat dengan makan cukup. Agar dapat menjalani hidup sehat dengan makan cukup itu, sambungnya, maka uang harus selalu disiapkan. “Karena itu jangan boros. Hemat, hilangkan pengeluaran uang yang sifatnya boros atau tidak menjaga kesehatan,” kata Uda Herman menegaskan.
Presidium KAHMI Jawa Barat ini menuturkan, menurut ilmu ekonomi, manusia yang cerdas secara ekonomi adalah pandai menentukan skala prioritas. Pun halnya di dalam situasi wabah atau pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. Sehingga, menjaga kesehatan atau menjaga nyawa adalah prioritas dan juga merupakan perintah Allah SWT. “Apabila akibat menjaga nyawa berdampak pada penghasilan berkurang ekonomi menurun, maka harus diterima, harus ikhlas, sebagai kehendak Allah SWT,” ujarnya.
Uda Herman juga mengajak masyarakat bersabar dengan tidak mengeluh atas kondisi pandemi ini. Sebaliknya, harus tetap optimis, sebab sebagaimana hujan ada berhentinya, pun siang yang panas berganti malam yang dingin. “Pandemi juga suatu saat berhenti, apalagai sekarang ada vaksin dan tetap menerapkan protokol kesehatan,” ucapnya.(add/sep)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *