oleh

BELA PURWAKARTA #3, Aktualisasi Nilai Berbagi terhadap Sesama

PURWAKARTA-Aksi Bela Purwakarta kembali menunjukkan gerakannya. Mengusung tema BELA PURWAKARTA #3, kali ini gerakan tersebut menyasar para guru ngaji, marbot, pengurus, dan petugas kebersihan di Masjid Agung Baing Yusuf Purwakarta, Rabu (11/8).

Tak hanya itu, gerakan yang dikomandoi Aa Komara ini juga memuliakan para anak yatim dan duafa yang berada di lingkungan masjid yang merupakan heritage Kabupaten Purwakarta ini.

“Pada kegiatan kolaborasi baksos BELA PURWAKARTA #3 ini juga dalam momen Tahun Baru Islam 1443 Hijriyah,” ujar pria yang akrab disapa Kang Akom ini melalui rilisnya, Kamis (12/8).

Dijelaskannya, melalui gerakan tersebut pihaknya juga berbagi kebahagiaan dengan yayasan yatim piatu yang turut terdampak pandemi COVID-19. Terlebih, sambungnya, bantuan dari para donatur yang biasanya lancar dan rutin kini tersendat.

“BELA PURWAKARTA #3 ini kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan beras kepada jajaran Lapas Kelas IIB Purwakarta yang lokasinya tak jauh dari Masjid Agung Baing Yusuf,” ujar Kang Akom.

Kegiatan kali ini, ujar dia, sekaligus napak tilas sejarah dan sebagai tanda terima kasih kita kepada para Pendiri Kota Purwakarta. Di antaranya, Syekh Baing Yusuf sebagai pemuka agama sekaligus penyebar ajaran Islam yang murid-muridnya tersebar seantero nusantara bahkan mancanegara.

“Dalam rangkaian acara baksos tersebut kami juga sempat berziarah ke makam beliau. Serta, berkirim doa kepada para pendahulu dan perintis Kota Purwakarta di areal pemakaman tersebut,” katanya.

Kegiatan berbagi ini, kata Kang Akom, juga sebagai aktualisasi nilai mulia dari ajaran islam itu sendiri. Yakni, untuk berbagi kepada sesama tanpa membeda-bedakan latar belakangnya.

“Terutama mereka yang selama ini luput dari perhatian. Termasuk di antaranya berbagi kepada para tahanan tanpa melihat apakah mereka saudara seiman atau bukan,” ucapnya.

Pihaknya pun bersyukur kesalehan sosial di kalangan masyarakat terus meningkat. Ini tercermin dengan semakin intensifnya komunitas maupun organisasi dalam kegiatan ini.

“Terlebih, dengan sumber daya dan swadaya yang dimiliki saling urunan gotong-royong menyiapkan bantuan dengan semampunya dalam kolaborasi baksos BELA PURWAKARTA #3 ini,” kata Kang Akom.

Adapun bentuk bantuan yang disalurkan di antaranya santunan, sejumlah paket sembako, makanan siap konsumsi, beras, masker, vitamin dan buah-buahan. “Itu semua merupakan hasil urunan atau swadaya dari enam kelompok yang mengikuti BELA PURWAKARTA #3 ini,” ujarnya.

Keenamnya adalah, Laskar Merah Putih (LMP), Pemuda Pancasila (PP), Green Network Indonesia Bersama Membangun Bangsa (GNI Berbangsa), JEKATA, ACT, dan Suzuki Carry Club Indonesia (SCCI).(add)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *