oleh

Instagramable, Kementerian PUPR Ubah Kawasan Cipanyir Tasikmalaya Jadi Indah

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan penataan kawasan kumuh di Kelurahan Cipedes dan Kelurahan Panyingkiran (Cipanyir), Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat.

Kawasan kumuh tersebut disulap menjadi kawasan yang tertata rapi, bersih dan serta mampu mendorong peningkatan perekonomian bagi  masyarakat penghuninya sebab kawasan tersebut sekarang ini menjadi kampung wisata.

Program penataan kawasan kumuh tersebut dilakukan oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Barat, Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya.

Penataan Kawasan Cipanyir bermula dari kegiatan penataan Permukiman Kumuh Perkotaan (PKP) skala lingkungan melalui program Padat Karya Tunai (PKT) Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) pada 2018-2019.

Seperti dihimpun dari FIN, bahwa Program tersebut kemudian dilanjutkan dengan pekerjaan peningkatan kualitas permukiman kumuh skala kawasan. Problem kepadatan dan ketidakberaturan permukiman serta minimnya infrastruktur yang menyebabkan kawasan ini menyandang predikat kumuh, kemudian dibenahi.

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Barat, Ditjen Cipta Karya Oscar R.H. Siagian menyampaikan, penataan Kawasan Cipanyir mulai dilaksanakan sejak Desember 2020 dan telah diselesaikan pada Agustus 2021. Diharapkan dengan selesainya penataan skala kawasan dapat mewujudkan lingkungan di Cipanyir menjadi kawasan yang terbebas dari kekumuhan dan meningkatkan taraf hidup masyarakatnya.

“Di lokasi sebelumnya sudah dilaksanakan program KOTAKU melalui pemberdayaan masyarakat. Selanjutnya tahun ini dilakukan peningkatan kualitas permukiman skala kawasan dengan pendekatan menata. Jadi harapannya memang selain mengurangi kesan kumuh juga dapat menjadi destinasi wisata edukasi,” terang Oscar kepada awak media, dalam agenda presstour Forwapu, Selasa (13/10/2021) kemarin.

Pekerjaan yang telah diselesaikan meliputi penataan kawasan permukiman di sepanjang Daerah Aliran Sungai Ciloseh dengan luas sekitar 15 hektare, revitaslisasi jembatan yang menghubungkan wilayah RW 08 Panyingkiran dan RW 07 Cipedes, rehabilitasi jalan lingkungan sepanjang 250 meter, pembuatan Ruang Terbuka Publik dengan memajukan lahan bantaran sungai, pembangunan tembok penahan tebing sekitar 200 meter, septic tank komunal berupa Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), drainase lingkungan, dan Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

“Anggaran program penataan kawasan ini sekitar Rp6 miliar yang bersumber dari APBN TA 2021,” papar Oscar.

“Sementara infrastruktur yang dibangun merupakan infrastruktur dasar, masih ada dua pekerjaan yang tidak kami intervensi karena memang bukan masuk di ranah kami, yakni penataan hunian atau rumahnya dan kelengkapan pemadam kebakaran karena ini juga penting untuk kegiatan peningkatan kualitas permukiman,” terangnya lagi.

Instagramable, Kementerian PUPR Ubah Kawasan Cipanyir Tasikmalaya Jadi Indah

Menurut Oscar, program penataan Kawasan Cipanyir telah memberikan manfaat bagi 869 KK, khususnya yang tinggal di 4 RW Kelurahan Panyingkiran dan Cipedes. Keberhasilan penataan kawasan tersebut juga terlihat dari peningkatan usaha ekonomi warga dengan berdirinya beberapa warung kopi di ruang publik, sepanjang bantaran sungai Ciloseh.

Usai dilakukan penataan, selain mengurangi kawasan kumuh, kini masyarakat juga memiliki ruang terbuka hijau baru sebagai tempat berinteraksi warga. Saat ini kawasan tersebut menjadi tujuan wisata yang representatif bagi masyarakat sekitar serta ikon kebanggaan wisata sungai yang berada di tengah Kota Tasikmalaya.

“Ini (Penataan kawasan kumuh CIpanyir) sangat-sangat membantu buat saya, khususnya buat warga panyingkiran dan CIpedes untuk membantu mendongkrak ekonomi. Karena adanya kampung wisata, maka jadinya para pelaku UMKM kecil yang tadinya tidak berjalan, kan dengan adanya kampung wisata itu jadi meningkat lah perekonomian,” ucap tokoh masyarakat Cipanyir Nana Suryana yang sejak awal mengusulkan penataan kawasan tersebut.

Nana juga memastikan bahwa mayoritas masyarakat Cipanyir yang sebagian besar berprofesi sebagai buruh harian lepas, sangat terbantu dengan diselesaikannya penataan kawasan kumuh tersebut. Menurutnya, dengan lingkungan yang sudah jauh lebih baik dan menjadi kampung wisata, kaum Ibu di wilayah itu bisa membantu suaminya mencari nafkah dengan berjualan.

“Mata pencaharian kebanyakan buruh harian lepas disini, tapi kalau sekarang bisa berjualan, meningkatkan ekonomi melalui UMKM nya. Tadinya membantu suaminya, ibu-ibunya berjualan, itu kan meningkatkan perekonomian,” imbuhnya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *