oleh

Maulid Digeser, Wisatawan Masuk Bali, Menag Selalu Bikin Gaduh

Maulid Digeser, Wisatawan Masuk Bali, Menag Selalu Bikin Gaduh. Hari Libur Maulid Nabi Muhammad SAW digeser Seharusnya, kalender Islam adalah 12 rabiul awal, bertepatan tanggal 19 menjadi tanggal 20 Oktober 2021.

Diketahui, seperti dihimpun dari FIN, Perubahan libur Maulid Nabi 2021 tersebut telah diatur dalam SKB 3 Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Tentu saja menuai pro dan kontra pada Perubahan hari libur Maulid Nabi Muhammad SAW 2021, dan juga dikritik Wakil Sekretaris Jenderal Persaudaraan Alumni 212 Novel Bamukmin.

Dengan tegas ia meminta Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mundur dari jabatannya. Ia menilai Menag Yaqut kerap kali membuat aturan-aturan yang membuat kegaduhan di Indonesia

“Menag selalu bikin gaduh sudah seharusnya mengundurkan diri,” ucap Novel Bamukmin dalam keterangananya, Rabu (13/10).

Ia juga mempertanyakan, perihal pergeseran hari libur keagamaan, termasuk Maulid Nabi masih dilakukan. Padahal kondisi pandemi di Indonesia sudah membaik.

“Maulid Nabi ini momentum yang sangat penting,” terangnya.

Lebih lanjut lagi, Menurutnya, apabila hari libur keagamaan bisa digeser, mengapa ketika 17 Agustus tidak dilakukan hal serupa?

“Momen sakral itu tak boleh seenaknya digeser-geser,” tegasnya.

Selain dikritik oleh Novel Bamukmin, digesernya Maulid Nabi tesebut juga direspon MUI, Libur Maulid Nabi Digeser, MUI: Alasan Menggeser Sudah Tak Relevan. Yang mana alasannya adalah pandemi kian berkurang, dan juga wisatawan luar pun diperbolehkan datang ke Indonesia (terutama ke Bali) dengan berbagai syarat.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *