oleh

Viral Video Mesum SMA 24 Detik dan 32 Detik Ternyata 4 Video, 2 Disebar

Viral Video Mesum SMA 24 Detik dan 32 Detik Ternyata 4 Video, 2 Disebar. Laki-laki dengan Inisial R (19) warga Kelurahan Lahat Tengah, tertunduk lesu di depan penyidik Pidsus Satreskrim Polres Lahat.

Ia terjerat dalam kasus perekam dan penyebar video mesum yang berisi dua pasangan muda-mudi yang sempat viral di media sosial.

Dalam aksi video mesum itu, sepasang muda mudi sedang melepaskan birahi di sebuah Water Closet (WC) pada rumah kosong, di kawasan Gunung Gajah, Lahat. Sebut saja Bunga (15) dan Kumbang (14), keduanya merupakan pelajar kelas sepuluh SMA Negeri di Lahat.

Sepeti dihimpun dari FIN, Aksi mereka yang terekam pada video tersebut direkam oleh R pada Jum’at (15/10) siang alias ketika kedua pasangan sejoli tersebut pulang dari sekolah.

R merupakan siswa sekolah swasta di Lahat yakni R (19) yang kebetulan sedang nongkrong di sekitar lokasi kejadian.

Viral Video Mesum SMA 24 Detik dan 32 Detik Ternyata 4 Video, 2 Disebar

Aksi terebut direkam oleh tersangka R dengan handphone temannya. Sebanyak empat video aksi yang direkam. Tetapi hanya dua video yang terbagi yakni berdurasi 24 detik dan 32 detik yang terekam.

Setelah merekam, Rahmad kemudian nonton bareng alias nobar dengan teman- temannya yang lain.

Sementara Kumbang dan Bunga tak sadar jika aksi mesum mereka sudah direkam.

Kemudian sekitar pukul 13.00 WIB, Jumat (15/10), pasangan sejoli tersebut akhirnya tersadar bahwa aksi mereka direkam.

Lalu Kumbang mendekati tersangka R dan temannya guna memohon agar video itu dihapus. Lantas, hal itu membuat tersangka R meminta sejumlah uang kepada kumbang dan bunga sebesar Rp 100 ribu untuk menghapus video. Tetapi hanya disanggupi Rp 20 ribu.

Lalu pada Senin (18/10), tersangka R kembali meminta uang dan mengancam akan membuat viral video tersebut melalui aplikasi WA ke Bunga.

Tetapi berhubung permintaan tersangka tidak disanggupi, pada akhirnya video mesum itu pun tersebar di kalangan medsos (WA) pribadi dan grup WA.

Menindak hal tersebut, Aparat Satreskrim Polres Lahat yang mendapat laporan, langsung melakukan penyelidikan, dan kurang dari 24 jam, tersangka R berhasil dibekuk.

Kapolres Lahat AKBP Achmad Gusti Hartono S.Ik melalui Kasat Reksrim AKP Kurniawi H Barmawi disampaikan Kanit Pidsus Ipda Chandra Kirana SH, selanjutnya menangkap tersangka R. Tersangka diringkus di rumahnya kawasan Kecamatan Lahat, Selasa siang (19/10).

Berikut mengamankan Kumbang dan saksi lainnya untuk dimintai keterangan terkait perbuatannya. Serta barang bukti satu unit Hp merek Oppo A5s warna ungu. Satu unit hp merek infinix warna biru, satu unit Hp merek Advan warna biru, satu unit Hp merek Realme warna hijau. Semua handphone diamankan lantaran untuk merekam dan menyebarkan video tersebut.

Tersangka R masih berstatus pelajar kelas 3, dijerat Tindak Pidana Pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi yang berbunyi ;

“Setiap orang yang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi (ancaman 12 tahun)’.

Atau Pasal 45 ayat (1) Jo Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU No.11/2008 tentang ITE yang berbunyi ;

Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/ atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.

Rahmad kita tetapkan sebagai tersangka, sementara lainnya berstatus saksi,” pungkasnya.

Di waktu terpisah, tersangka R mengaku merekam video tersebut dan menyebarkannya. Hal itu dimulai sejak dirinya melihat Kumbang yang merupakan teman nongkrongnya datang ke rumah kosong tersebut.

Kulihat dia masuk sama ceweknya. Jadi aku minjem Hp kawan aku dan merekam dia lagi main dari WC sebelahnya. Gentengnya bocor jadi bisa direkam dari atas naik dari bak mandi, sambil kupegangi handphonenya,” ungkap R.

Kepala SMA Negeri 1 Lahat, Bambang Hendrawan SPd MPd membenarkan bahwa adegan video mesum tesebut dilakukan oleh kedua pelajarnya. Yaitu perempuan inisial AMR (14) dan laki-laki YGL (15). Mereka satu kelas di kelas X.

“Benar, terhitung Selasa (19/10) mereka sudah diberi sanksi tegas yakni dikeluarkan dari sekolah. Persetujuan ini juga dari orang tua mereka yang siap disanksi,” papar Bambang.

Menurutnya, berdasarkan penyelidikan pihak sekolah bahwa aksi tidak senonoh itu terjadi pada Jum’at (15/10) sesudah pulang sekolah. Video direkam oleh teman dari pihak laki-laki.

“Yang jelas kami kaget dan syok atas video viral tersebut bahkan sudah meluas, dan ini mencoreng nama sekolah,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *