oleh

Tiduri Anak Tahanan, Kapolsek yang Dipecat ini Ajukan Banding

Kapolsek di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) Sulawesi Tengah diberhentikan secara tidak hormat akibat diduga meniduri anak seorang tahanan.

Tetapi, Kapolsek tidak terima dengan adanya pemecatan itu.

Kapolsek berinisial IDGN lantas mengajukan banding atas keputusan Komisi Kode Etik Polri (KKEP) yang memecat dirinya sebagai anggota Polri.

Pelanggar (Kapolsek) mengajukan banding,” ujar Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah, Kombes Didik Supranoto, Sabtu (23/10).

Dikutip dari Fin, bahwa ia menjelaskan, pihaknya saat ini menunggu Iptu IDGN mengajukan banding. Apakah hari ini atau esok lusa (Senin).

Nanti kita lihat kapan dia mengajukan banding apakah sekarang atau besok lusa dia mengajukan banding,” ungkapnya.

Iptu IDGN telah didampingi kuasa hukum. Bantuan hukum ini berasal dari Bidang Hukum (Bidkum).

Tadi kuasa hukum yang mendampingi dari Bidkum,” tuturnya.

Seperti diketahui, Sidang KKEP menjatuhkan sanksi terhadap Kapolsek IDGN berupa pemecatan.

Pasalnya, IDGN dinilai terbukti melakukan pelanggaran dalam kasus asusila terhadap anak seorang tersangka.

Sidang etik sudah selesai. Yang bersangkutan kemudian dinyatakan melakukan pelanggaran dan rekomendasi untuk PTDH (Pemberhentian Tidak dengan Hormat),” imbuhnya.

Penanganan kasus etik ini dilaksanakan bersamaan dengan dugaan pelanggaran tindak pidana Kapolsek IDGN. Korps Bhayangkara memastikan bakal menangani kasus dengan profesional.

Bidpropam Polda Sulteng telah bekerja ekstra untuk menyelesaikan berkas perkara oknum IDGN,” tuturnya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *