oleh

PNS Berbeda Seragam Dengan Guru PPPK, Berasa Masih Honorer

Jakarta – Keadaan hati para guru PPPK hasil rekrutmen Februari 2019 dari honorer K2 sedang dilanda kegundahan. Sebab, mereka saat ini tak dapat lagi menggunakan seragam dinas Pemda.

Menurut Ahmad Saifudin, guru PPPK, sejak Senin mereka telah mengenakan seragam putih hitam. Seragam ini sama seperti honorer PTT atau pegawai tidak tetap.

Dua hari ini enggak bisa pakai baju keki (seragam dinas) lagi. Pakaiannya kemeja putih dan bawahan hitam,” kata Udin, sapaan akrab Ahmad Saifudin kepada JPNN.com, Selasa (9/11).

Adanya perbedaan seragam untuk PPPK tersebut, menurut Udin, yaitu untuk memenuhi aturan Permendagri Nomor 11 Tahun 2020. Pemda mau tidak mau melaksanakannya karena regulasi harus diterapkan

Seperti dilansir dari Jpnn, bahwa dengan seragam putih hitam itu lanjut Udin membuat PPPK angkatan 2019 agak down karena mereka seperti honorer lagi.

“Katanya PPPK itu setara PNS. Nyatanya tetap dibedakan. Orang tua murid sampai ada yang bertanya apakah kami sudah menjadi honorer lagi,” keluhnya.

Menurut Udin dan kawan-kawannya, baju keki adalah seragam kebanggaan mereka sebagai ASN.

Akan tetapi, kebanggaan tersebut saat ini hilang karena perbedaan PPPK dan PNS tampak nyata.

Kami kok berasa menjadi honorer lagi nih,” cetusnya. Diceritakannya di grup guru PPPK 2019, seragam putih hitam menjadi topik hangat.

Ketika honorer berebut mendapatkan kursi PPPK 2021, yang sudah lulus 2019 malah diresahkan dengan perbedaan seragam.

Baju keki sebagai seragam kebesaran dan kebanggaan ASN, tidak dapat digunakan lagi setiap Senin sampai Selasa. Seragamnya diganti dengan putih hitam.

Yang bikin ngenes, PNS tetap pakai baju keki. PNS dan PPPK ternyata memang berbeda,” jelas Udin sedih.

Ia juga menambahkan, PPPK angkatan 2019 merasa tersisihkan oleh identitas baju keki. Seragam putih hitam makin meneguhkan kalau mereka hanya menjadi honorer plus. Plus karena gajinya sudah lebih tinggi dibandingkan honorer biasa. (/Jni)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *