Kacamata Aziz SS

Kacamata Aziz SS
0 Komentar

Sama sekali tidak menyinggung dan membanggakan pendapatan dari bagi hasil Pertamina ONWJ melalui BUMD MUJ Jawa Barat. Bahkan pendapatan dari kepemilikan saham di perusahaan itu, BUMD SS langsung menyerahkannya ke Pemkab Subang. Hanya 20 persen saja yang digunakan untuk kegiatan operasional.

Rambu-rambu dari bupati sebagai pemegang saham BUMD sudah ditaati direksi BUMD. Bulan lalu sudah menyetorkan Rp2,1 miliar ke kas daerah sebagai pendapatan asli daerah (PAD).

Bagi Aziz dan direksi yang baru, tantangan dari Bupati Subang itu tidak masalah. Apalagi kini mereka sudah memakai kacamata kartel. BUMD SS punya mimpi banyak hal. Mengelola banyak hal. Menyodorkan konsep holding company. BUMD SS ingin menjadi holding beragam perusahaan. “Kita (BUMD) harus menjadi pemilik usaha pak. Bukan lagi bagian dari orang lain,” tegas Aziz.

Baca Juga:4 Tren Berlian Ini Diprediksi Populer pada 2022PPKM Lebih Longgar, BRI Sesuaikan Jam Layanan Operasional

Mungkin saja Bupati Ruhimat juga Aziz bermimpi menjadikan SS sebagai ‘Temasek’ versi mungil. Temasek (dibaca: temasik) adalah super holding perusahaan BUMN di Singapura. Sungapura adalah Temasek. Temasek adalah Singapura.

Gurita bisnis Temasek ke mana-mana. Begitu kuat di berbagai negara juga Indonesia. Jika Anda nasabah Bank Danamon, maka Anda menjadi bagian penyuplai pendapatan negeri kecil tapi kaya raya itu. Ada 2.400 kantor bank di Indonesia di bawah gurita Temasek. Temasek pun menjadi salah satu pemegang saham di Telkomsel melelalui perusahaan Singtel.

Negaranya memang kecil. Tapi gurita bisnisnya raksasa. Melalui tentakel gurita Temasek pundi-pundi miliaran dollar terus mengalir ke Singapura. Tidak perlu pusing dengan sumber daya alam yang minim.

Begitu banyak negara iri dengan superholding Temasek. Karena cengkraman Temasek pula, Indonesia seringkali dibuat tidak berdaya menghadapi Singapura. Karena apa? Karena Singapura banyak uang.

Memang benar Singapura hanya negara kecil. Hanya dihuni 5 juta penduduk. Tapi anggaran militernya 3 kali lipat dari Indonesia. Sangat disayang Amerika, siapa mengusik Singapura maka akan berhadapan dengan pangkalan militer ketujuh AS yang dibangun di Singapura. Karena apa? Karena Singapura banyak uang.

Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok bahkan sesumbar sudah saatnya Indonesia memiliki superholding BUMN seperti Temasek atau Khazanah di Malaysia. Kini upaya membentuk suporholding itu terus diupayakan oleh Menteri Erick Thohir dan Sri Mulyani.

0 Komentar