oleh

Puan Maharani: Pecat Oknum Kementerian ATR/BPN yang Terlibat Kasus Mafia Tanah

Pasundan Ekspres – Ketua DPR RI Puan Maharani turut menyoroti isu tentang mafia tanah yang saat ini viral di ranah publik.

Pasalnya, viralnya hal ini juga salah satu imbas dari Artis Nirina Zubir yang diketahui menjadi salah satu korban mafia tanah, dengan nilai aset sampai Rp.17 miliar berhasil dikuasai mafia tanah.

“Tanah adalah sumber penghidupan. Mereka yang merampas tanah adalah perampas penghidupan orang. Harus diberantas,” terang Puan

Puan menyebut, kejadian yang dialami Nirina Zubir itu adalah salah satu contoh kasus mafia tanah yang banyak dialami warga masyarakat.

“Kasus Nirina Zubir harus menjadi momentum pemberantasan mafia tanah sampai akar-akarnya,” terang Puan.

Ia meminta kepada aparat terkait untuk mengurai tuntas jaringan mafia tanah dan memberantasnya, meski hal itu tidak mudah dan harus melibatkan banyak pihak.

Terhadap pelaku mafia tanah, Puan minta agar diberikan hukuman yang seberat-beratnya, sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Tidak ada toleransi bagi mafia tanah perampas penghidupan orang. Tindakan mereka bisa membuat orang sengsara, maka hukum seberat-beratnya supaya mereka jera!,” pungkasnya.

Puan berharap Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) menindak tegas jika mendapati pegawainya yang terlibat dalam aksi mafia tanah. Sebab tidak sedikit kasus-kasus perampasan tanah justru  melibatkan oknum pemerintah.

“Pecat apabila ada oknum Kementerian ATR/BPN yang terlibat dalam kasus mafia tanah. Banyaknya kasus pertanahan juga menunjukkan belum maksimalnya tertib administrasi dalam pengelolaan BPN sehingga harus mendapat atensi yang lebih lagi,” tegasnya. (Fin/Jni)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *