oleh

Dinkes Perintahkan Puskesmas Swab Test, Antisipasi Varian Baru Covid-19 Omnicron

SUBANG-Dinas Kesehatan Kabupaten Subang menginstruksikan Kepala Puskesmas untuk melakukan swab test. Khususnya untuk masyarakat yang terindikasi flu, tenggorokan panas dan batuk tak henti, agar dilakukan swab meskipun sudah divaksin.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang dr Maxi mengatakan, virus Omicron harus diwaspadai. Pasalnya, varian yang berbeda dari virus Delta dan Betha, kabarnya cepat paparannya.

Dinkes juga meminta kepada pihak yang mengelola pintu negara yaitu bandara atau pelabuhan, agar semakismal mungkin melakukan penjagaan agar paparan virus tersebut tidak masuk ke Indonesia bahkan ke Subang.

Menurut dr Maxi, Subang merupakan daerah yang harus diwaspadai, karena ada tenaga kerja di luar negara. Subang merupakan salah satu pemasok TKI. Dinkes meminta kepada Disnakertrans Kabupaten Subang agar terus berkordinasi dengan pusat.

Dinkes berupaya agar Virus Omicron tidak menyebar ke Kabupaten Subang. Kepala puskesmas harus melakukan swab test, bila ada masyarakat di wilayah kecamatan terindikasi batuk terus menerus, tenggorokan panas, dan demam tinggi. Jika sudah divaksin, tetap lakukan swab,” ujarnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Karawang mewanti-wanti masyarakat untuk waspada terhadap munculnya varian baru Covid-19 Omnicron. Varian baru omnicron yang mulai merebak di Afrika ini disebut-sebut lebih cepat dalam penyebaran.

“Iya betul varian Omnicron jadi kewaspadaan baru bagi satgas dan masyarakat,” kata Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Karawang, dr Fitra Hergyana saat dihubungi, Selasa (30/11).

Fitra menuturkan, upaya pencegahan itu tetap dengan disiplin protokol kesehatan 5M, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun atau handsanitizer, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.

Selain upaya percepatan vaksinasi terhadap masyarakat Karawang, yang saat ini dosis pertama sudah 68 persen dan 52 persen untuk dosis kedua.

“Di Karawang pencegahannya tetap memang harus prokes, dan vaksinasi. Dua hal itu masih jitu dalam pencegahan penularan Covid-19 seperti sebelum varian delta itu,” beber dia.

Menurut Fitra, pencegahan penyebaran varian omnicron itu wajib menjadi perhatian penting bagi satgas maupun masyarakat itu sendiri. Terlebih saat libur natal dan tahun baru ini.

Kebijakan pemerintah untuk melarang ASN maupun masyarakat liburan atau bepergian pada 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022 sangat baik guna menekan mobilitas masyarakat.

“Harus ada peran serta masyarakat itu penting sekali kedisipilinan prokes. Kita lihat orang sudah mulai engga disiplin nih dengan adanya ini kami imbau masyarakat untuk tetap prokes,” imbuh dia.

Fitra menambahkan satgas juga sudah melakukan persiapan penanganan potensi gelombang ketiga Covid-19.
Rumah sakit daerah maupun seluruh rumah sakit di Karawang diminta melakukan persiapan fasilitas serta tenaga kesehatannya.

“Kasus sendiri masih landai peningkatan satu kasus, saat ini masih terkontrol. Semoga saja tidak ada peningkatan kasus dan varian omnicron itu tidak ada di Karawang,” tandasnya.

Varian baru B.1.1.529 Omicron berpotensi menjadi masalah besar untuk dunia. Karena itu, momen libur natal dan tahun baru (nataru) harus benar-benar dibatasi.

Sebab, meskipun gejala yang diakibat oleh infeksi varian baru ini disebut cukup ringan, kecepatan penularan mencapai lebih dari 500 persen atau 5 kali lipat dibandingkan dengan virus corona SARS-CoV-2 aslinya yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China 2019 lalu.

Dengan potensi penularan yang mencapai 500 persen tersebut, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengklasifikan varian Omicron ini ke dalam kategori variant of concern (VoC), tanpa melalui kategori variant of interest (VoI). (ygo/aef/vry)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *