oleh

Kalah Telak! Sayembara 50 Juta Abu Janda, Dibalas Netizen Dengan Tunjukkan Dalil Larangan Ucapkan Selamat Natal

RAGAM – Permadi Arya atau dikenal dengan Abu Janda kembali memancing kontroversi antar umat beragama. Ia menggelar sayembara berhadiah Rp.50 juta. Namun, Allah Maha Adil, cuma berselang beberapa jam usai Abu Janda menggelar sayembara tentang yang bisa menunjukkan dalil tidak boleh mengucapkan selamat natal, maka dapat 50 juta, Netizen mengalahkan telak dengan menuliskan dalil yang ada

Pada kolom komentar unggahan Abu Janda, netizen bernama @farezazra_  berhasil membuktikan dalil perihal larangan mengucapkan natal atau pun menghadiri acara keagamaan dari orang lain.

Perlu diingat di sini, Melarang tapi tetap saling menghormati dan berlaku baik.

Di bawah ini pembuktian @farezazra_ soal dalil larangan mengucapkan selamat natal dari umat Islam ke umat non muslim.

Kalah Telak! Sayembara 50 Juta Abu Janda, Dibalas Netizen Dengan Tunjukkan Dalil Larangan Ucapkan Selamat Natal

  1. Hamba-hamba Allah Yang Maha Belas Kasih Sayang, yaitu orang yang tak mau menghadiri atau menyaksikan upacara agama kaum musyrik (Az-zuur). Jika mereka melewati tempat yang sedang digunakan untuk upacara agama oleh kaum musyrik, mereka segera berlalu dengan sikap baik (QS Al Furqon, 72). Makna kata Az-zuur dalam ayat di atas adalah hari raya orang-orang musyrik. Sebagaimana yang diterangkan oleh para ulama tafsir seperti Mujahid, Rabi’ bin Anas, Ikrimah, Qadhi Abu Ya’la dan Ad Dhahak.
  1. Hadis Anas bin Malik Radiallahu’anhu, yakni:Setibanya di Madinah, orang-orang Madinah kala itu memiliki dua hari yang mereka bersenang-senang (merayakan) dua hari tersebut. Lantas nabi bertanya.Dia hari apa ini?Kami bersenang-senang pada dua hari ini semasa jahiliyah dulu ya Rasulullah. Jawab para sahabat, sesungguhnya Allah telah menggantikan dua hari yang lebih baik dari dua hari tersebut, yaitu hari raya Idul Adha dan Idul Fitri.

Keseluruhan terdapat ada enam dalil yang ditunjukkan oleh @farezazra_ di kolom komentar unggahan Permadi Arya atau Abu Janda.

Baca Juga: Perihal Ucapan Natal, Tokoh Papua Sebut 4 Orang Ini Provokator Berbaju Toleransi, Termasuk Abu Janda
BACA JUGA: Grand Canyon Subang Leuwi Lawang, Tempat Tujuan Rekomendasi Piknik Akhir Pekan

Dari semua dalil yang Netizen buktikan, ternayta Tidak membuat Abu Janda memberikan hadiah uang tunai Rp50 juta yang ia janjikan sebelumnya. Justru, Abu Janda membalas singkat komentar @farezazra_.

“@farezazra_ COCOKLOGI TOLOL,” cetul Abu Janda, yang diakhiri emoticon jari tengah.

Dari sini terlihat bahwa Abu Janda tidak benar-benar mengadakan sayembara, namun hanya memancing kerukunan antar umat beragama.

Sebelumnya diketahui, Abu Janda menggelar sayembara berhadiah Rp50 juta dengan syarat harus menunjukkan dalil perihal larangan mengucapkan selamat natal. Sayembara itu diumumkan langsung oleh Permadi Arya atau Abu Janda di unggahan Instagramnya, @permadiaktifvis2.

BACA JUGA: Lima Tempat Wisata di Subang Terbaru dan Terhits

“Alhamdulillah saya punya uang Rp50 juta. Saya berikan ke siapa pun yang bisa tunjukkan ke saya satu ayat atau satu hadis yang berbunyi larangan ucapkan selamat natal. Saya tunggu ya. Karena saya yakin tidak ada,” terang Permadi, sambil memegang tumpukan uang di kedua tangannya.

Selama ini, bahkan setiap tahun menjelang perayaan natal, Permadi Arya mengaku sedih karena banyak pendapat silang soal ucapan selamat natal di publik.

“Di kitab Alquran, tidak ada ayat yang melarang ucapkan selamat natal. Itu hanya karangan, cocoklogi dari orang-orang intoleran saja,” cetus Permadi, sang pegiat media sosial ini. Demikian dilansir dari Fajar News.

BACA JUGA: Kecanduan Game Online Anak Usia 12 Tahun di Pabuaran Subang Meninggal Dunia
BACA JUGA: Mau Tahu Posisi Bercinta yang Bikin Cewek Puas dan Merem Melek? Ini Kata Sassha Carissa

Terlepas dari polemik adanya tentang ucapan kepada yang berbeda Agama, kita tetap harus saling menghormati dan menjaga toleransi antar umat beragama, Tidak mengucapkan bukan berarti tidak toleransi, toh begitu banyak bukti Muslim dengan toleransi tinggi, bahkan baru-baru ini, di sosial media tiktok ditayangkan, ada satu muslim yang menyelamatkan umat agama lain yang sedang beribadah yang kemudian umat muslim menemukan ada b*om dan membawa b*m tersebut ke luar tempat ibadah hingga dirinya yang tewas akibat ledakan tersebut

BACA JUGA: Lima Tempat Wisata Terbaru di Karawang yang Wajib di Kunjungi

Itu adalah salah satu bentuk toleransi untuk saling menjaga. Seperti dalam Surat Al-Furqon. 72 Tersebut di atas, bahwa “mereka segera berlalu dengan Sikap Baik”. Jika ada dalil atau hadit’s yang keliru, silahkan dikoreksi di kolom komentar. Wallahu a’lam (Jni)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar