oleh

Indahnya Toleransi, Mesjid di Batang Ini Sediakan Lahan Parkir untuk Jemaah Gereja!

JAWA TENGAH – Melaksanakan sikap toleransi antar umat beragama dicontohkan oleh para warga Proyonanggan Tengah, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang.

Takmir Masjid Nurul Huda di Kecamatan Batang ini mempersilahkan halaman Mesjid digunakan untuk memarkir kendaraan para jemaah Gereja Katolik Santo Yusup waktu Misa Malam Natal dan Natal yang akan datang.

Sekedar diketahui, Kedua tempat ibadah (Mesjid dan Gereja) ini hanya berjarak sekitar 230 meter.

“Rencananya halaman masjid akan digunakan untuk parkir kendaraan jemaah hari Jumat (24/12) pukul 14.00-22.00 WIB dan Sabtu (25/12) pukul 07.00-22.00 WIB,” jelas Takmir Masjid Nurul Huda, Hartisto, dilansir batangkab.go.id, via Genpi.co, Rabu (22/12).

Baca Juga: Kalah Telak! Sayembara 50 Juta Abu Janda, Dibalas Netizen Dengan Tunjukkan Dalil Larangan Ucapkan Selamat Natal

Menurutnya, beberapa hari yang lalu, perwakilan pengurus Gereja Katolik Santo Yusup sudah berkunjung dan meminta bantuan supaya diizinkan memarkirkan kendaraan jemaah Gereja

Takmir masjid lalu mengizinkan usai dipastikan tidak ada larangan dari Pemerintah Kabupaten Batang perihal pelaksanaan ibadah Natal.

Disamping itu, ia terlebih dulu memastikan seluruh jemaah masjid tidak keberatan.

Indahnya Toleransi, Mesjid di Batang Ini Sediakan Lahan Parkir untuk Jemaah Gereja!

Perihal keamanan kendaraan, jemaah gereja tidak usah terlalu khawatir, sebab di area masjid ini sudah terpasang kamera CCTV.

Sekretaris Masjid Nurul Huda, Rizal Fahmi, menambahkan, pengurus masjid membuka pintu lebar untuk umat lainnya apabila memerlukan bantuan.

“Catatannya, ketika jemaah masjid butuh waktu untuk beribadah, ya saling menghargai. Mereka butuh tempat parkir, insyaallah kami fasilitasi dan tidak dibatasi, walaupun berbeda agama, silahkan gunakan sebagaimana mestinya,” pungkasnya

Baca Juga: Perihal Ucapan Natal, Tokoh Papua Sebut 4 Orang Ini Provokator Berbaju Toleransi, Termasuk Abu Janda

Area halaman Masjid Nurul Huda ini cukup luas, paling tidak dapat menampung 10 unit mobil dan 50 unit sepeda motor jika diparkir di dalam area parkir tersebut

Pimpinan Gereja Katolik Santo Yusup Batang, Romo Joseph Ohoiledwarin, memberi apresiasi atas diizinkannya jemaah gereja memarkirkan kendaraannya di halaman masjid.

“Ini untuk mengurai kepadatan karena halaman gereja akan dipasang tenda bagi jemaah yang ingin beribadah di luar sehingga khusus untuk mobil akan diparkirkan di halaman Masjid Nurul Huda,” tuturnya.

Sekedar tambahan, bahwa terlepas dari adanya pro dan kontra terkait ucapan selamat natal, baik mengucapkan atau pun tidak, itu bukan berarti tidak toleransi, toleransi itu ditunjukkan dengan contoh nyata seperti saling menghargai dengan cara tersebut di atas. (Jni)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *