oleh

‘Kopi Talk’ Bahas Beragam Persoalan di Subang: Infrastruktur hingga Perlunya Jubir Pemerintah

SUBANG-Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sutaatmadja (Stiesa) menginisiasi diskusi Kontak Personal dan Intelektual Talk (Kopi Talk) di More Coffee, Kamis (23/12). Sejumlah isu terkini di Subang menjadi topik pembicaraan dalam forum tersebut.

Isu ditolaknya APBD perubahan Subang 2021, kinerja pemerintah, pembangunan infrastruktur hingga pemuliha ekonomi menjadi bahasan. Hadir dalam forum tersebut akademisi STIESA sekaligus inisiator acara Gugyh Susandi, humas Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), ICMI, HILMI, akademisi Universitasi Subang, hingga sejumlah jurnalis senior di Subang.

Forum diskusi dipantik oleh statmen Ketua ICMI Subang Wawan Hermawan yang menyoroti kasus APBD Perubahan 2021 Subang ditolak. Menurutnya kejadian tersebut harus menjadi pelajaran berharga dan jangan terulang lagi. Tak hanya itu, ia pun berharap pemerintah bergerak cepat melakukan berbagai perbaikan infrastruktur jalan di Subang. “Sebab di seputar kota saja masih banyak kerusakan tidak langsung diperbaiki,” kata Wawan.

Selain itu, Pemkab Subang pun didorong agar melindungi pelaku UMKM dan mengembangkan produk khas Subang. Keberadaan LIPI atau yang kini sudah berganti nama menjadi BRIN harus berperan maksimal.

Forum juga menyoroti makin menjamurnya minimarket di Subang yang berpotensi mematikan pelaku usaha kecil. Harus ada kebijakan yang dapat melindungi pelaku usaha mikro dan dukungan akses permodalan.

Tak hanya catatan kritis, forum diskusi juga mengapresiasi program pembangunan jalan-jalan baru yang digagas Bupati Ruhimat. Langkah tersebut dapat mengantisipasi kemacetan dan ledakan pengunjung ke Subang saat sudah berkembang kawasan industri dan Pelabuhan Patimban.

Sedangkan jurnalis pendiri lampusatu.com Galih Andika mengingatkan Pemkab Subang agar lebih hati-hati bekerjasama dengan pihak lain. Ia pun mempertanyakan kelanjutan pembangunan mal pelayanan publik (MPP) yang dijanjikan akan dibangun oleh salahsatu perusahaan dengan nilai fantastis hingga Rp30 miliar lebih.

Masukan juga disampaikan oleh pendiri kotasubang.com Budiana Yusuf agar pemerintah lebih clear menyampaikan komunikasi kepada publik. Media sosial milik pemerintah harus lebih aktif dan diharapkan bisa bekerjasama dengan para praktisi media sosial maupun konten kreator. Bahkan Budiana mengusulkan agar Pemkab Subang segera menunjuk juru bicara (jubir) pemerintah. “Sebab banyak program out of the box Bupati Ruhimat yang baik tapi sulit dipahami oleh masyarakat awam,” katanya.

Inisiator Kopi Talk Gugih Susandi mengatakan, forum diskusi tersebut akan digelar rutin dengan tema yang lebih beragam.(red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *