oleh

Dari Banjir hingga Kasus Pembunuhan, Ini Peristiwa yang Menghebohkan Publik di Subang selama tahun 2021

Baru Terjadi, APBD Perubahan Ditolak

Peristiwa di pemerintahan yang cukup membuat heboh dan dinilai pertama kalinya dalam sejarah Subang, yakni APBD Perubahan 2021 ditolak oleh Gubernur Jawa Barat. Berdasarkan hasil konsultasi Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) penolakan itu disebabkan terlambatnya Pemkab Subang mengusulkan dokumen APBD melalui Sistem Informasi Pemerintah (SIPD).

Akibatnya, semua usulan kegiatan dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang menggunakan APBD Perubahan 2021 batal dilaksanakan. Berdasarkan informasi yang dihimpun Pasundan Ekspres, baik TAPD maupun DPRD diduga lalai memahami aturan penetapan APBD Perubahan. Padahal mengacu kepada Permendagri, seharusnya APBD Perubahan 2021 sudah ketuk palu paling lambat 30 September. Namun pembahasan terus molor hingga baru ditetapkan 19 Oktober lalu.

Padahal TAPD sudah mengajukan nota pengantar APBD Perubahan sejak 13 September 2021 lalu. Namun pembahasan terus alot. Melebihi batas akhir penetapan, hingga baru bisa disetujui DPRD pada 18 Oktober 2021.

DPRD-TAPD saling menyalahkan. Baik eksekutif maupun legislatif. Sejumlah anggota DPRD menyebut, sejak awal ada indikasi TAPD memang tidak mau mengajukan APBD perubahan. Sehingga terus mengulur waktu. Namun pihak TAPD pun menuding sejumlah anggota DPRD ngotot minta penambahan anggaran sehingga sulit bersepakat.

“Kita inginnya cepat, tapi TAPD ada yang bilang di depan kami, tidak perlu ada Perubahan. Satu sisi nota pengantar sudah diajukan, kan kontradiktif. Aneh. Di sisi lain, kita sisir sumber-sumber pendapatan, malah banyak yang tidak sinkron. Ya jadi terus molor,” ujar seorang anggota DPRD yang enggan ditulis namanya.

Tidak mau disalahkan, pihak TAPD pun mengaku merasa terhambat dengan sejumlah anggota DPRD yang terus meminta tambahan anggaran pokok pikiran (Pokir). Sementara anggaran terbatas. “Ya alot, mereka terus meminta tambahan anggaran Pokir sementara anggaran terbatas,” ujar sumber terpercaya Pasundan Ekspres. Hal itu dibenarkan oleh sejumlah kader partai pengusung Jimat-Akur yang mengetahui proses pembahasan APBD Perubahan.

Terminal Kendaraan Mobil Pelabuhan Patimban Beroperasi. Subang resmi beroperasi, sekaligus melakukan ekspor mobil pertama kalinya dibawah bendera PT Pelabuhan Patimban Internasional (PPI), Jumat (17/12). Bertepatan dengan handover ceremony terminal kendaraan Pelabuhan Patimban dan ekspor kendaraan.

Bupati Subang H Ruhimat menyebut, keberadaan Pelabuhan Patimban perlu disyukuri dan diharapkan dapat memberikan lonjakan ekonomi bagi Subang maupun Indonesia.

“Saya atas nama pribadi dan pemerintah daerah Kabupaten Subang mengucapkan selamat kepada kementerian perhubungan nampaknya dengan perjuangan Pelabuhan Patimban ini beroperasi,” kata Ruhimat.

“Kami menyambut baik kehadiran dengan harapan efek dan dampak Pelabuhan Patimban ini memberikan optimisme bagi rakyat Kabupaten Subang serta mampu tentunya dengan harapan membangkitkan gairah ekonomi perekonomian Indonesia dan Subang khususnya,” ucap Bupati.

Keberadaan Pelabuhan Patimban diharapkan dapat mampu untuk memberikan manfaat bagi Kabupaten Subang, baik secara ekonomi, pemberdayaan masyarakat hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat Subang dengan hadirnya Pelabuhan Patimban.(tim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.