oleh

Antisipasi Predator Seks Di Lingkungan Pondok Pesantren di Subang, Ini yang Dilakukan FKGN dan Dai Kamtibmas Kabupaten Subang

SUBANG-Forum Komunikasi Guru Ngaji (FKGN)  bekerja sama dengan Polres Subang meminimalisir predator seks di lingkungan pondok pesantren. Pasalnya, aksi pencabulan yang dilakukan oleh oknum-oknum di lembaga agama sering terjadi. Para oknum yang melakukan aksinya tersebut, tidak segan-segan mencabuli anak muridnya sendiri, seperti yang terjadi di Madani Boarding School di Cibiru-Bandung, dan juga di salah satu pondok pesantren di Ciparay-Bandung.

Hingga kini, di Kabupaten Subang sendiri belum terjadi hal yang dikhawatirkan. Berbagai pihak, mencoba melalukan pencegahan agar kejadian tenaga pendidik agama tidak melakukan pelecehan, pencabulan hingga pemerkosaan terhadap anak didiknya.

Ketua FKGN Kabupaten Subang H. Tata Tajudin S.Pd mengatakan, ada kekhawatiran setelah mendengar kabar ada tenaga pendidik agama, yang melakukan pencabulan terhadap anak didiknya di luar daerah Kabupaten Subang. FKGN Kabupaten Subang melalui kordinator Kecamatan  FKGN menyampaikan pesan untuk diteruskan terhadap para anggota FKGN yang berjumlah 3.000 anggota. H Toto mengimbau, agar jangan sampai kejadian tenaga pendidik atau guru ngaji di Kabupaten Subang melakukan hal yang seperti itu.

“Kami lagsung sigap, ketika mendengar ada pemberitaan seperti itu di luar Kabupaten Subang. Langsung kita berdiskusi, agar jangan sampai ada guru ngaji di Kabupaten Subang yang melaukan hal seperti itu,” ujarnya.

Dijelaskan Tata, FKGN yang anggota nya merupakan guru ngaji tepas atau rumahan, tentunya sangat dekat dengan murid ngaji. FKGN dengan tegas menyampaikan kepada para guru ngaji, agar jangan sampai melakukan tindakan-tindakan yang kurang pantas. “Iya harus bisa menjaga marwah FKGN Kabupaten Subang, kami sampaikan itu terhadap anggota,” ujarnya.

Dijelaskan Tata, FKGN memiliki program One Day One Juz. Program tersebut sudah lama dilakukan sejak kepemimpinan Ketua FKGN sebelumnya dan terus berjalan, sehingga terminimalisir adanya aksi – aksi yang tidak pantas tersebut. “One Day One Juz, kita terus gencarkan ini untuk meminimalisir juga ada hal-hal seperti itu,” ujarnya.

Kapolres Subang AKBP Sumarni SIK SH MH mengatakan, Polres sudah membentuk Dai Kamtibmas sebanyak 60 orang dan sudah lama berjalan. Dai Kamtibmas bergerak ke tiap kecamatan, desa dan lainnya tiap hari Sabtu. Para Dai tersebut menyampaikan tentang keamanan dan ketertiban masyarakat. “Itu kami lakukan, untuk ketertiban dan keamanan tiap hari Sabtu-Minggu,” ujarnya.

Dijelaskan Sumarni, para Dai juga menyampaikan edukasi, bila ada anak- anak yang belajar di pondok pesantren ataupun di pengajian, jangan mau jika ada sentuhan oleh orang lain, terutama di bagian-bagian vital. Jika ada perilaku yang mencurigakan, agar segera menyampaikannya ke pihak kepolisian.

“Segera laporkan. Para Dai kamtibas juga gencar memberikan edukasi, dengan program silaturahmi,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu pengurus Dai Kamtibmas, Hj.Imas Asyiah S.PdI mengatakan,  Dai Kamtibmas yang merupakan mitra polri. Hj Imas siap membantu dan mendukung untuk mendukung kondusifitas dan mensosialisasikan program kepolisian dalam menciptakan Kamtibmas yang kondusif.

“Kami mendukung dan membantu, dimana Dai Kamtibmas merupakan mitra Polri,” ujarnya.

Hj Imas sangat mengapresiasi terhadap Kapolres Subang. Dai Kamtibas yang terbentuk selalu gencar menyampaikan edukasi ke tingkat kecamatan, desa hingga pondok pesantren. “Edukasi yang kita berikan sangat bermanfaat termasuk mencegah hal-hal atau perilaku yang tidak semestinya terjadi,” ujarnya.(ygo/vry)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *