oleh

DPC PDIP Subang Rekomendasikan 3 Perda untuk Subang Hadapi Zona Industri

SUBANG– Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Subang Niko Rinaldo sebut, ada 3 Rekomendasi pada Pemda Kabupaten Subang dan DPRD Kabupaten Subang untuk menyambut zona industri di Kabupaten Subang. 3 Perda tersebut dapat menjadi bekal untuk Kabupaten Subang mengambil peran ditengah perkembangan kemajuan Subang kedepan.

Menurut Niko, momentum HUT Ke-49 PDI Perjuangan, sebagaimana diutarakan Ketua DPC PDI Perjuangan Subang, di Kabupaten Subang harus hadir rekomendasi yang memberikan tentang Pertanian. Sebab, meskipun Subang sedang menuju pada perubahan menjadi zona Industri, namun cir khas Subang sebagai lumbung padi nasional tidak terabaikan.

“Makanya harus hadir Perda mengenai Lahan Pangan Pertanian Berkelanjutan (LP2B),” kata Niko.

Keberadaan Perda LP2B yang saat ini tengah digodok, tentunya menjadi upaya persiapan dalam mengkolaborasikan dunia pertanian dan zona industri. “Subang meskipun nantinya akan berubah, namun lahan persawahan kita masih sangatlah luas dan itu harus tetap dipertahankan,” ujarnya .

Rekomendasi tersebut diantaranya, adalah keberadaan Perda Ketenagakerjaan harus menjadi prioritas.

“Hadirnya pendek Ketenagakerjaan ini merupakan satu keharusan. Bagaimana prioritas putra daerah dalam dunia ketenagakerjaan menghadapi industrialisasi di Kabupaten Subang,” ujarnya.

Sebab, keberadaan Perda Ketenagakerjaan harus mulai disiapkan payung hukumnya dari mulai saat ini. “Payung hukumnya disiapkan, implementasinya dilaksanakan dan diawasi serta bagaimana pengaturan serapan tenaga kerja untuk warga Subang juga bisa tertuang didalamnya,”

Agar, kedepannya bagaimana program kerja di Subang Ini segala kebijakannya ini dapat dirasakan oleh masyarakat dan mengahdirkan Peraturan daerah yang dibutuhkan oleh segala macam lapisan masyarakat.

Disamping itu, Perda lain yang juga perlu hadir adalah Perda berkaitan dengan Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

“Tentunya iklim UMKM juga harus dijaga dan difasilitasi, sebab pilar ekonomi juga hadir dari usaha-usaha yang berkembang dimasyarakat,” ujarnya. (ygi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *