oleh

Menjanjikan, Budidaya Hingga Bisnis Kelapa Kopyor

Bisnis – Kelapa kopyor adalah tanaman kelapa yang mengalami perubahan genetik secara alamiah. Kelapa kopyor  merupakan barang dagangan andalan yang bernilai ekonomi tinggi dan memiliki ciri khas yaitu daging buah bertekstur gembur dan sebagian besar tidak menempel di tempurungnya.

Tanaman kelapa Kopyor dibagi dalam dua tipe yaitu tipe Dalam dan tipe Genjah. Masing-masing memiliki ciri yang berbeda. Buah kelapa kopyor terbagi dalam 3 warna, yitu hijau, hijau kekuningan dan coklat, hijau kekuningan, sementara buah kelapa kopyor tipe Genjah terdiri atas 5 warna, yaitu; hijau, hijau kekuningan, coklat tua, coklat muda, kuning, (gading wulan) dan orange (gading). Berdasarkan tipe buah, kelapa kopyor dengan daging buah yang tebal dan buahnya berwarna hijau dan coklat memiliki rasa yang lebih enak dan gurih. Berikut tips dan inspirasi bisnis Kelapa Kopyor yang telah dikutip dari beberapa sumber.

Menjanjikan, Budidaya Hingga Bisnis Kelapa Kopyor

Budidaya kelapa kopyor dapat dilakukan dengan dua cara.

Pertama, cara konvensional, menggunakan benih yang berasal dari tandan yang menghasilkan buah kopyor. Tanaman yang di perbanyak dengan cara ini apabila telah berproduksi hanya menghasilkan  1-2 butir/tandan. Cara ini telah dilakukan oleh petani di kabupaten Sumenep, Pati dan Lampung Selatan.

Kedua cara in vitro, yaitu menumbuhkan embrio dari buah kopyor pada media tumbuh buatan dalam kondisi aseptik di laboratorium. Tanaman yang dihasilkan dengan cara ini akan menghasilkan 90% hingga 100% buah kopyor. Tanaman kelapa kopyor yang di perbanyak dengan cara ini telah di tanam di Ciomas (Bogor), Riau dan Kalimantan Timur.

Oleh karena sifat sifat menyerbuk silang, maka bibit kelapa kopyor tipe Dalam hasil teknik in vitro harus di tanam pada areal terisolasi dari pertanaman kelapa biasa. Jarak yang dapat di tolelir adalah 400 m. Sebaliknya karena sifat menyerbuk sendiri, bibit kelapa kopyor tipe Genjah dapat di tanam pada areal yang tidak terisolasi terlalu ketat seperti tipe Dalam.

Seperti halnya dengan jenis tanaman kelapa lainnya, tanaman kelapa kopyor dapat didatangi hama dan penyakit. Terutama Plesispa rechei Chapuis, Brontispa longissima Gestro, Oryctes rhinoceros L. dan Artona catoxantha.

Penyakit yang dapat menyerang tanaman kelapa kopyor, antara lain; bercak daun, busuk kering, busuk janur, pendarahan batang, busuk pucuk, gugur buah dan penyakit yang di sebabkan oleh Phytoplasma. Pengendalian hama dan penyakit saat ini adalah dengan cara pegendalian hama dan penyakit terpadu dengan konsepsi analisis ekonomi.

Bisnis Kelapa Kopyor 

Peminat kelapa kopyor saat ini cukup tinggi, hampir semua restoran dan tempat rekreasi membutuhkannya, karena itu budidaya kelapa pasti sangat menjanjikan. Apalagi kalau yang dibudidayakan adalah kelapa kopyor.

Hal tersebut diungkapkan oleh Dr. Agus Susanto, peneliti senior Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) kepada perkebunannews.com, di Purwakarta.

Saat ini harga kelapa kopyor sangat tinggi atau berkisar antara Rp 25.000 – 30.000/butir di kebun. Nilai ekonominya jauh lebih tinggi , sehingga bisnis budidaya kelapa kopyor sangat menguntungkan.

“Selain itu, kelapa kopyor itu sendiri termasuk maknan asli Indonesia yang berasal dari Pati, Jawa Tengah. Tetapi karena sifatnya yang homozigot resesif maka peluang terjadinya kopyor hanya 25%,” jelas Agus.

Di Pati sendiri, Agus mengatakan dalam satu janjang hanya 1-2 buah saja yang kopyor. Itulah sebabnya meskipun permintaan tinggi tetapi penambahan pasokan tidak naik secara pasti. Apalagi wilayah kebun kelapa milik petani luasannya kecil-kecil. .

PPKS sudah bisa mengatasi masalah ini dengan teknologi kultur embrio. Melalui kultur embrio dihasilkan bibit yang mampu menghasilkan kopyor 100%. Saat ini Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) mengelola kebun kelapa kopyor sekaligus pembibitan lewat kultur embrio bekerjasama dengan PTPN VIII seluas 3 ha di Purwakarta, Jawa Barat.

Dedi Waskito, Kepala Kebun Kelapa Kopyor PPKS, menambahkan bahwa saat ini PPKS mampu menghasilkan bibit kelapa kopyor sebanyak 1.500/bulan.

“Saat ini banyak orang yang ingin menanam sehingga harus antri. Setiap ada bibit yang siap tanam sudah langsung diambil konsumen,” kata Dedi.

Sedang produksi kelapa kopyor dengan luas kebun sebesar 3 ha, setiap bulan mampu menghasilkan 1.500 – 1.700 butir. Pembeli kelapa juga antri tiap ada produksi 500 butir langsung diangkut. “Tapi harus diakui meskipun permintaan sangat tinggi tetapi dengan luas kebun 3 ha hanya ini kemampuan kita. Bahkan permintaan dari sebuah perusahaan ice cream kita tidak bisa penuhi,”

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.