oleh

Basreng Mang Barna Purwakarta Siap Mendunia, Pedas Daun Jeruk hingga Rasa Coklat

PURWAKARTA-Menjadi sukses dan meraup untung besar menjadi impian sebagian besar orang. Namun, untuk mendapatkan kesuksesan dalam hidup bukanlah perkara mudah. Diperlukan sebuah usaha, kerja keras dan proses panjang yang berliku.

“Tidak ada yang tidak mungkin. Selama ada kemauan di situ pasti ada jalan,” kata Ade Indra pemuda asal Purwakarta yang saat ini tengah merintis usaha makanan ringan alias cemilan dengan merek dagang Basreng Mang Barna.

Ditawarkan dengan berbagai cita rasa, Basreng Mang Barna adalah sebuah produk UMKM yang didirikan Ade bersama seorang sahabatnya, Abdul Aziz. Yang unik, keduanya tak memiliki latar belakang sebagai entrepreneur.
Ade Indra saat ini bekerja sebagai seorang engineer di salah satu perusahaan provider. Adapun Abdul Aziz adalah pengajar di salah satu sekolah swasta ternama di Purwakarta.

“Basreng Mang Barna lahir dari sebuah keisengan atau candaan saja saat ngobrol di waktu santai. Nah, saat asyik ngobrol itu lah muncul ide untuk menciptkan sebuah produk dan berambisi untuk memulai usaha,” kata Ade saat ditemui di Purwakarta, Selasa (26/4).

Dengan modal yang sangat minim, sambungnya, yakni mengandalkan modal dari sisa gaji yang bisa dibilang di bawah UMK, maka kedua sahabat itu pun memulai usahanya.

“Modalnya hanya ratusan ribu saja,” ujarnya.

Saat memulai usahanya itu, kata Ade, tidak langsung memproduksi basreng.

“Saat itu belum kepikiran. Malah kami memutuskan untuk membuat bawang goreng. Maka kami pun membeli kompor, wajan, dan bahan-bahan lainnya,” kata Ade.

Sudah beberapa kali menggoreng, lanjutnya, hasilnya kurang bagus. Gosong, layu, dan lainnya. Ternyata, kata Ade, menggoreng bawang tak sesederhana itu. Ada teknik tertentu. Bahannya pun ngga bisa sembarangan.

“Mungkin karena mental dagang belum terbentuk, kami pun menyerah dan memutuskan berhenti untuk bercita-cita menjadi pengusaha,” ucap Ade.

Hingga suatu ketika Ade dan Aziz melihat di salah satu kanal YouTube ada seorang pemuda yang sukses berbisnis basreng dengan modal hanya ratusan ribu.

“Kronologinya sama dengan kami, hanya mengandalkan sisa gaji yang ada. Kami pun semakin tertarik,” katanya.

Kemudian, di video itu, dengan keseriusan dan kesungguhannya dia bisa meraup keuntungan hingga ratusan juta dalam satu hari dengan hanya berjualan basreng saja.

“Kami mulai terinspirasi dan kembali merintis usaha di samping background kami yang saat ini statusnya masih sebagai pegawai. Di hari selanjutnya, kami pun mulai kreatif, mencari tahu tips dan trik memulai usaha basreng,” ujarnya.

Ade dan Aziz pun mempelajari segala sesuatunya. Mulai dari teknik penggorengannya sampai ke pengepakan. Pun halnya dengan cara pemasaran dan mulai juga memikirkan merek atau nama produknya.

“Pada akhirnya kami memilihi nama Basreng Mang Barna sebagai nama brand kami. Nama tersebut diambil dari nama sapaan yang secara spontan terucap pada saat kami awal bertemu di tempat kerja, dan terciptalah Basreng Mang Barna,” ucapnya.

Dan sampai saat ini kerabat saudara dan customer pun banyak yang bertanya terkait nama bran kami, dan ini lah asal mula nya nama Mang Barna itu tercipta.

“Waktu terus berjalan kami mulai melakukan implementasi produk, dan ternyata menjadi pengusaha itu bukan perkara mudah. Kami sudah melakukan enam kali percobaan teknik penggorengan dan semuanya gagal,” katanya.
Ade menjelaskan, ada yang terlalu keras, ada yang lembek, alot, dan lainnya.

“Pada saat itu kami hampir menyerah, dengan modal pengalaman kegagalan itu kami mencoba memulai percobaan yang ketujuh kalinya, dan alhamdulillah kami menemukan polanya,” ucapnya.

Basreng Mang Barna, kata Ade, memiliki keunikan tersendiri dari produk basreng lainnya. Di antaranya, memiliki varian rasa yang banyak, yaitu rasa pedas daun jeruk, rasa original, rasa rendang, rasa rujak, rasa bumbu kacang, dan terakhir rasa yang paling unik yaitu rasa coklat crispy.

“Saat ini Basreng Mang Barna masih melakukan terus perbaikan dengan melakukan penjualan pada kerabat-kerabat dan rekan-rekan. Pemasarannya dari mulut ke mulut, memanfaatkan media sosial dan konsinyasi dengan beberapa pemilik toko,” ujarnya.

Ade dan Aziz pun berharap Basreng Mang Barna semakin berkembang. Bahkan cita-citanya memiliki pabrik sendiri dan bisa melakukan penjualan hingga ke luar negeri alias ekspor.

“Lebih jauh lagi kami berharap bisa membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar, terlebih di tengah situasi sekarang yang susah untuk mencari lapangan pekerjaan,” ucapnya.(add/sep)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.