oleh

Anggota DPRD Subang H Adik Umrohkan Guru Ngaji Secara Gratis

BLANAKAN- Bentuk kepedulian terhadap guru ngaji, Anggota DPRD Kabupaten Subang Fraksi PDI Perjuangan H. Adik LF Solihin kembali berangkatkan guru ngaji di
Blok Kaum Dusun Rawameneng II RT. 15/03 Desa Rawameneng yakni Ust Tarmidi, Sabtu (7/5).

Sebelumnya pada tahun 2019, H. Adik juga memberangkatkan satu orang guru ngaji untuk umroh. Program umroh gratis pagi para guru ngaji ini diinisiasi secara pribadi, sebagai kepedulian serta apresiasi bagi para guru ngaji khususnya di Kecamatan Blanakan.

Pada Pasundan Ekspres H. Adik yang kini duduk di Komisi IV DPRD Kabupaten Subang menyebut, ini merupakan program yang diinisiasi secara pribadi sejak dirinya menjadi anggota DPRD Kabupaten Subang pada tahun 2019.

“Kala itu satu orang sudah berangkat, lalu pada tahun 2020 ada satu orang lagi, namun karena pandemi Covid-19, beliau Ust Tarmidi yang harusnya berangkat menjadi tertunda. Padahal tinggal proses Bisa keberangkatan,” kata H. Adik.

Kini, setelah kembali bisa melakukan umroh, dirinya kembali memberangkatkan dan akan take off dari Bandara Soetta, Jakarta pada Sabtu malam (7/5).

“Tadi pada Jumat malam Sabtu ada tasyakuran dulu, dan Sabtu malam nanti akan take off dan Sabtu pagi sudah berangkat karena arus balik juga jadi berangkat lebih pagi untuk menghindari kemacetan,” imbuhnya.

Disamping itu, program umrah gratis pada guru ngaji ini akan terus dilakukan hingga tahun 2024.

Total ada 12 orang guru ngaji di Kecamatan Blanakan yang diberangkatkan dengan sisa 6 orang direncanakan akan berangkat secara serentak pada tahun 2023 dan 4 orang guru ngaji akan berangkat tahun 2024.

“Saat ini masih di Kecamatan Blanakan dulu, semoga kedepannya jika ada waktu dan rezeki bisa juga memperlebar sayap ke Dapil lain diwilayah saya di Dapil IV. Sebab ini bukan merupakan program baik dari aspirasi, fraksi atau lainnya, ini hanya inisiatif dan bentuk apresiasi pada guru ngaji,” kata H. Adik.

Ia berharap hal ini tentunya dapat menjadi berkah termasuk juga menjadi apresiasi bagi para guru ngaji yang senantiasa tak lelah dalam mendidik anak-anak dalam pendidikan keagamaan.

Ditengah kesejahteraan yang diterima para guru ngaji yang masih minim dan membutuhkan perhatian.

“Tapi semoga ini bisa menjadi dorongan dan penyemangat termasuk juga inspirasi bagi pihak lain dalam memuliakan guru ngaji,” tuturnya. (ygi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.