oleh

Belajar Sampai Kelulusan di Kontrakan, Akibat SMK Farmasi Bima Nusantara Disegel

KARAWANG-Puluhan siswa SMK Farmasi Bima Nusantara terlantar, akibat sekolah mereka disegel warga yang mengklaim lahan yang ditempati bangunan sekolah adalah milik mereka. Bahkan para siswa dan guru harus rela mengadakan kegiatan kenaikan kelas dan perpisahan di pelataran rumah kontrakan tak jauh dari gedung sekolah.

Pembina Yayasan Bima Nusantara, Giyatno Ar Ridho mengatakan, anak didiknya itu terlantar sejak beberapa bulan lalu, akibat ada sengketa dengan beberapa pihak.Giyatno mengatakan, kasus ini bermula saat ia berencana mengembangkan jurusan baru untuk SMK Farmasi Bina Nusantara.

Namun karena kekurangan dana, pihaknya melakukan pinjaman uang dengan jaminan surat sebagian asset sekolah dan berujung adanya dugaan kongkalingkong pihak tertentu, sehingga asset sekolah sudah beralih nama kepada pihak lain.

“Sampai akhirnya kita dapat somasi untuk meninggalkan sekolah, karena kepemilikan lahan sudah diklaim pihak lain,” ujarnya, Sabtu (18/6).

Akibat kondisi ini, Giyatno sudah beberapa kali berkirim surat ke Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo untuk meminta keadilan. Namun, hingga saat ini ia mengaku masih belum menerima kejelasan meski perkaranya sudah pernah ditangani Polda Jawa Barat.

“Sekarang pintu masuk sekolah sudah ditutup (disegel) dengan seng dan tembok,” katanya.

Alhasil, pelajar tidak bisa lagi menempati gedung sekolah untuk melakukan pembelajaran seperti biasanya.
Seorang sisw kelas XI Arsya Latifa Khumaira mengaku sedih, karena sekolah tempat ia menimba ilmu sudah ditutup oleh pihak lain.
Dia mengaku bingung karena tidak bisa melakukan aktivitas belajar seperti biasanya.(use/vry)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.