Kemenag Purwakarta Apresiasi Para Penyuluh Agama, Berhasil Jaga Kerukunan dan Keharmonisan Masyarakat

PURWAKARTA-Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Purwakarta H. Sopian mengapresiasi para penyuluh agama sebagai ujung tombak Kementerian Agama yang telah berhasil menjaga keharmonisan dan kekondusifan antarumat beragama di Kabupaten Purwakarta.

“Artinya, moderasi beragama yang menjadi program prioritas Kementerian Agama telah berjalan di Kabupaten Purwakarta. Adapun para penyuluh agama ini adalah pelopor moderasi beragama,” kata Sopian saat menjadi pembicara pada Penguatan Moderasi Beragama bagi Penyuluh Agama Islam yang berlangsung di Grand Permata Hotel Purwakarta, belum lama ini.

Dijelaskan Sopian, penguatan moderasi beragama dilaksanakan untuk memperkuat kerukunan di tengah masyarakat.

“Salah satu persoalan yang ada dan menjadi tantangan terbesar bagi Indonesia adalah mengelola keragaman. Maka menjadi tugas kita bersama untuk mewujudkan visi bangsa dan negara yaitu memperkuat kerukunan di tengah masyarakat,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (6/7).

BACA JUGA: Perempuan Wajib Tahu! Suka Ngidam saat Menstruasi? Simak Penjelasannya Menurut Ahli

Sopian menyebutkan, belum lama ini di Kabupaten Purwakarta, tepatnya di Desa Parakanlima, Kecamatan Jatiluhur, diindikasikan menjadi sarangnya Khilafatul Muslimin.

Namun, lanjutnya, setelah dipantau langsung, ternyata hanya lembaga pendidikannya saja.

“Meski begitu, seluruh jemaahnya yang kini berjumlah 135 orang siap deklarasi dan menyatakan kembali ke NKRI,” ucapnya.

Hal ini pun, lanjutnya, menjadi bukti jika moderasi beragama yang digaungkan penyuluh agama sebagai garda terdepan Kementerian Agama sudah mulai berjalan.

“Moderasi beragama menjadi cara pandang paling strategis untuk mengelola keragaman yang menjadi ciri khas Bangsa Indonesia,” katanya.

Lebih lanjut Sopian menegaskan, seluruh penyuluh agama harus bisa berkomitmen untuk mengawal program moderasi beragama.

“Penyuluh lah yang terjun dan bersentuhan langsung dengan masyarakat. Para penyuluh pula lah yang menjadi kepanjangan tangan dari Kementerian Agama. Sehingga, para penyuluh agama ini yang paling pertama mengetahui apa yang sedang terjadi di masyarakat,” ujarnya.

Sopian juga berharap melalui penguatan moderasi beragama ini bisa menambah peran penyuluh agama sebagai fasilitator di masyarakat.

“Sehingga kerukunan bergama dapat tercipta dan terpelihara dengan sebaik-baiknya,” ucapnya.(add/sep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.