Anggaran Defisit, 10 Tahun Potensi Retribusi Pujasera Subang Lenyap

Anggaran Defisit, 10 Tahun Potensi Retribusi Pujasera Subang Lenyap
0 Komentar

SUBANG-Pemkab Subang mengalami defisit APBD hingga Rp185 miliar di tahun 2022. Pandemi Covid-19 selalu menjadi alasan anjloknya pendapatan daerah. Tapi faktanya, sejumlah potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih diabaikan.

Padahal tidak jauh dan rumit, potensi PAD dari Pasar Pujasera di pusat kota saja diabaikan. Dibiarkan tidak diurus sejak kebakaran tahun 2012 lalu. Bukan satu atau dua tahun, tapi sudah 10 tahun terjadi lost retribusi dari pasar tersebut.

Sudah sering terdengar wacana akan dibangun. Akan dibuat mall, hotel dan lainnya. Tapi hingga kini dibiarkan kumuh. Tidak punya kantung parkir. Kendaraan bececeran menambah semrawut pusat kota. Sudah lima kepala daerah berlalu, hingga kini di era pemerintah Bupati Ruhimat belum juga dibangun.

Baca Juga:Polres Purwakarta Bagikan Ratusan Paket Sembako Kepada Sopir Angkot dan Tukang OjekAliansi BEM Purwakarta Tuntut Pemerintah Berantas Mafia Migas 

Ketua Komisi 2 DPRD Kabupaten Subang, Novaza Shinta Narwashtu, pada Pasundan Ekspres mengungkapkan jika pihaknya sudah kerap. Ingatkan TAPD agar memberikan punisment pada setiap OPD penghasil PAD jika tidak mencapai target.

“Pada Setiap hearing Banggar maupun di komisi 2, kami meminta pertanggung jawaban kepada DKUPP khususnya pasar perihal retrbusi yang kelihatannya banyak yang gak masuk akal, dalam hal ini pasar yang masih aktif atau digunakan tapi pemasukannya kecil,” katanya pada Kamis (7/9).

Khusus untuk Pujasera, Nova juga menyoroti masalah pembangunannya yang tidak kunjung terjadi. Bahkan, dia juga mengaku heran, kenapa tendernya selalu gagal.

“Memang kami juga belum mengetahui alasannya kenapa sering terus gagal tendernya,” tambah Nova.

Padahal, Bupati Ruhimat didampingi Kepala BP4D Hary Rubianto pernah ‘blusukan’ ke Pujasera. Menyapa pedagang dan menyampaikan kabar gembira bahwa pasar Pujasera akan segera dibangun. Itu beberapa bulan yang lalu. Tapi hingga kini belum juga ada tanda Pasar Pujasera akan dibangun.

“Kita juga inginnya cepat. Leading sektornya DKUPP dan Asda 2,” kata Kepala BP4D, Hari Rubianto kemarin.

Sebenarnya banyak investor yang berminat mengelola Pasar Pujasera. Sudah ada pemenang tender di tahun lalu, kemudian gagal karena persoalan administrasi. Berdasarkan informasi yang dihimpun Pasundan Ekspres, perusahaan pemenang tender tidak sehat secara keuangan. Skema yang disepakati yaitu Bangun Guna Serah (BGS).

0 Komentar