Trikon

Kang Marbawi
0 Komentar

Wasita Ki Hadjar Dewantoro di atas juga menunjukkan prinsip Konvergensi. Yaitu bahwa pendidikan harus mampu melakukan dialog budaya dengan budaya lain tanpa harus kehilangan identitas budaya pribadi. Prinsip Konvergensi menuntut kita melakukan transformasi dalam pendidikan yang diarahkan kepada kemampuan masyarakat berinteraksi dengan perkembangan budaya, teknologi dan sosial masyarakat. Tentu tanpa kehilangan identitas dan budaya pribadi dalam proses interksi sosial budaya tersebut.

“…..Dalam hal ini kita perlu menunjukkan kepada dunia, bahwa kita cukup bebas dan merdeka serta berdaulat, untuk memilih sendiri segala apa yang kita perlukan….”, kata Ki Hadjar. Bagaimana merumuskan pendidikan yang mampu menyiapkan peserta didik untuk mampu berdialog dengan budaya luar tanpa kehilangan jati diri? Itu pertanyaan yang harus kita renungkan bersama.

Prinsip ketiga adalah Konsentris. Yaitu proses pendidikan yang mendorong lahirnya budaya inovatif dan kreatif dalam menghadapai perkembangan teknologi, budaya dan sosial masyarakat. Prinsip Konsentris ini tetap berpijak kepada dua prinsip Kontinuitas dan Konvergensi. Sebab budaya kreatif inovatif tak akan berkembang pada jiwa yang tak memiliki identitas dan budaya kuat (berkepribadian). Sekaligus tak akan berkembang pada jiwa yang tak memiliki kemampuan berdialog dengan budaya luar.

Baca Juga:Neng Supartini Buka Turnamen BPD Cup di PamanukanDPC Demokrat Subang Gelar Gerak Jalan Santai Gratis, Hadiah Utama Sepeda Motor

“………Sebaliknya rakyat kita harus berani, sanggup dan mampu untuk mewujudkan bentuk sendiri, isi sendiri, irama sendiri, seperti yang layak boleh diharapkan dari bangsa yang telah memasuki dunia internasional, tetapi sebagai Bangsa yang Berpribadi”, titah ki Hajar. Semua proses pendidikan ditujukan untuk mencapai apa artinya menjadi manusia Indonesia. Bukan meniru budaya lain. Mari kita renungkan.(*)

OLEH: Kang Marbawi

Laman:

1 2
0 Komentar