Warga Keluhkan Maraknya Parkir Liar, Penyebab Kemacetan Jalan di Lembang

Parkir Liar
0 Komentar

BANDUNG BARAT-Warga Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengeluhkan dengan maraknya kendaraan yang terparkir di badan jalan di sepanjang Jalan Raya Lembang khususnya dari arah Polsek Lembang hingga menuju Desa Jayagiri. Hal itu telah mengakibatkan padatnya volume kendaraan yang berdampak terhadap kemacetan. Bahkan, kondisi macet akan lebih bertambah parah di setiap akhir pekan.

Warga Lembang, Agus Priono mengatakan, kemacetan akibat banyaknya parkir liar di badan jalan sepanjang Jalan Raya Lembang kerap mengganggu pengguna jalan lainnya yang melintas. “Jadi kami sebagai warga Lembang merasa terganggu dengan banyaknya kendaraan yang terparkir di badan jalan. Jangankan kendaraan luar kota yang lewat, kami warga setempat saja kalau melintas jadi kena imbas kemacetan, jadi susah bepergian karena arus lalulintasnya terhambat,” ucap Agus, Minggu (6/8).

Diungkapkan Agus, keberadaan parkir-parkir liar yang menggunakan badan jalan untuk parkir kendaraan telah menjadi keluhan sebagian banyak warga Lembang. Khususnya ketika sedang dalam keadaan yang mendesak, keberadaan kendaraan yang terparkir secara liar tersebut dapat menghambat perjalanan. “Sangat-sangat jelas itu menyebabkan kemacetan apalagi pada saat weekend atau long weekend,” terangnya.

Baca Juga:Manfaatkan Program Bebas Bea Balik Nama Kendaraan BermotorJalan Kananga 2 Mulus, Akses Lebih Cepat, Pemdes Pangsor Fokus Infrastruktur

Seolah adanya pembiaran untuk parkir liar, dia menuturkan, seharusnya Pemerintahan Daerah (Pemda) baik Provinsi Jawa Barat maupun Kabupaten Bandung Barat bisa mengambil tindakan menegakkan aturan. “Minimal ada Marka Jalan atau Rambu Larangan Parkir di badan jalan,” ujarnya.

Saat ini, dia menambahkan, telah terdapat Rest Area 72 Lembang dan Area Masjid Agung Lembang yang dapat digunakan sebagai kantong parkir untuk meminimalkan kemacetan di Kawasan Wisata Lembang. “Kan bisa menggunakan kantong parkir Rest Area 72, Masjid Agung Lembang, ataupun yang lainnya. Yang penting jangan parkir seenaknya di badan jalan,” tegasnya.

Sementara itu, Kaka Al-Ghazali menyampaikan, kondisi Kawasan Wisata Lembang saat ini mulai tertata, banyak pengunjung berwisata di Kota Lembang. “Dan alhamdulillah dengan adanya Rest Area 72 ini, kita cukup nyaman dari pada harus parkir di pinggir jalan,” katanya.

Seiring banyaknya pemilik kendaraan yang memarkirkan kendaraan di badan jalan, dia menyatakan, sebagai pengguna jalan sekaligus warga Kota Lembang sangat terganggu dan merasa keberatan dengan keberadaan parkir liar di badan jalan. “Mari kita tata biar Lembang ini lebih indah. Dengan adanya Rest Area, kita gunakan jadi tidak usah lagi parkir di pinggir jalan yang membuat Lembang lebih macet. Kalau, Lembang terus-terusan macet, otomatis otonomi daerah juga jadi terhenti,” tukasnya.(eko/sep)

0 Komentar