PASUNDAN EKSPRES – Donald Trump, Presiden Amerika Serikat terpilih, melangkah cepat dalam membentuk kabinet yang bertujuan meningkatkan efisiensi. Salah satu langkah utamanya adalah menunjuk Elon Musk dan Vivek Ramaswamy untuk memimpin Department of Government Efficiency (DOGE), badan baru yang bertugas menyederhanakan berbagai sektor pemerintahan. Salah satu fokus utama Musk adalah reformasi anggaran Pentagon, yang selama ini dikenal memiliki program dengan biaya jumbo.
Pentagon di Ambang Reformasi
Elon Musk telah menyampaikan rencana untuk memangkas anggaran besar di Departemen Pertahanan dan mengalihkan fokus pada teknologi modern. Salah satu targetnya adalah menciptakan sistem persenjataan berbasis kecerdasan buatan (AI) dan drone dengan biaya produksi lebih rendah. Hal ini memicu kekhawatiran di kalangan kontraktor besar seperti Boeing, Lockheed Martin, Northrop Grumman, dan General Dynamics, yang selama ini mendominasi proyek-proyek pertahanan besar.
Namun, inisiatif ini disambut antusias oleh firma teknologi kecil seperti Palantir dan Anduril. Palantir, yang bergerak di sektor perangkat lunak AI, dan Anduril, produsen drone, melihat peluang besar untuk mendapatkan bagian dari anggaran pertahanan yang selama ini dikuasai perusahaan-perusahaan besar.
Baca Juga:Detik-Detik Penentuan, Akankah RIDO Ajukan Gugatan di MK Pada Pilkada Jakarta 2024?11 Game Penghasil Saldo DANA Hingga Rp500 Ribu, Dijamin Seru
Proyek Baru untuk Firma Teknologi Kecil
Dalam forum Reagan National Defense Forum di California, yang dihadiri pemimpin militer AS, eksekutif perusahaan, dan pembuat kebijakan, para peserta mendiskusikan kemungkinan firma-firma kecil mengambil peran lebih besar di sektor pertahanan. Musk secara terang-terangan mengkritik program jet tempur F-35 buatan Lockheed Martin, menyebutnya sebagai proyek dengan biaya tinggi yang tidak efisien. Ia merekomendasikan agar anggaran difokuskan pada produksi massal sistem drone, rudal, dan kapal selam berbasis AI.
Kerjasama antara kontraktor besar dan firma kecil menjadi solusi yang ditawarkan Musk. Beberapa firma kecil, termasuk yang sudah memiliki hubungan dekat dengan SpaceX dan Tesla milik Musk, diprediksi akan mendapatkan porsi lebih besar dalam pengembangan teknologi pertahanan baru.
Tantangan dalam Alokasi Anggaran
Meski ada peluang bagi perusahaan baru, anggaran Pentagon untuk program-program baru tetap terbatas. Berdasarkan data dari Tara Murphy Dougherty, CEO Govini, hanya sekitar 1% anggaran Pentagon yang selama ini dialokasikan untuk pembelian program baru. Bahkan, jumlah total anggaran yang mungkin tersedia bagi perusahaan-perusahaan baru diperkirakan kurang dari 20% dari keseluruhan anggaran pembelian persenjataan.
