oleh

Ini Tuntunan Nelayan Patimban kepada Kemenhub!!

SUBANG-Ratusan nelayan Patimban bersama LSM Forum Masyarakat Peduli (FMP), melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Desa Patimban. Massa berunjuk rasa menyampaikan dua tuntutan utama. Namun, tuntutan pertama soal kompensasi nelayan tak dapat dipenuhi oleh Kemenhub.
Koordinator Paguyuban Nelayan Patimban Anta mengatakan, kembali turunnya nelayan ke jalan untuk menuntut janji-janji dari pemerintah terkait dengan kompensasi nelayan. Sebab, saat ini nelayan sangat terdampak dengan Pelabuhan Patimban. Anta menyebut, setelah melakukan aksi, hasilnya tidak ada kompensasi yang dapat diberikan oleh Kementerian Perhubungan pada nelayan.
“Kami datang ke sini untuk menuntut kompensasi. Sebab, laut yang selama ini tempat kami mencari nafkah terganggu karena pembangunan pelabuhan Patimban,” ucap Anta.
Anta juga menambahkan, setelah berunding dengan pihak KSOP, soal kompensasi itu tak dapat diberikan karena dasar hukum serta alasan lain.
Baca Juga: 4 Jalan Baru Dibangun Tahun Ini, Jalur Cilamaya-Patimban 2021
Lalu, Asep Sumarna Toha atau Asep Betmen menyebut ada 2 tuntutan utama yang yang disampaikan nelayan. “Pertama, nelayan mendorong agar adanya kompensasi kerugian akibat akses melaut terhambat sejak Pelabuhan Patimban dibangun. Kedua, kami mendorong transparansi penyaluran dan pengelola CSR yang terlibat dalam pengelolaan Pelabuhan Patimban melalui Pemda Subang dan itu dilaksanakan secara transparan,” ungkapnya.
Menanggapi, soal keluhan nelayan pihak Kemenhub tidak bisa memenuhi tuntutan kompensasi tersebut, karena saat ini tak ada dasar hukumnya. Bahkan, rencana soal pemberian bantuan solar untuk TPI juga tak dapat disalurkan karena ditolak oleh kejaksaan.
Mengenai pemberdayaan nelayan, Konsultan Patimone Rizan Ghazi atau akrab disapa Rizani menambahkan, nelayan yang terdata 1.530 dalam assesmen tahap pertama. Namun, karena ada yang tidak tercover maka dilakukan assessment kedua dengan jumlah total lain mencapai 1.975.

Warga terdampak sudah didata

“Dari jumlah tersebut kita laksanakan beberapa kegiatan kepada warga terdampak atau WTD. Tapi tidak hanya nelayan baik itu ada petani ada orang dengan lanjut usia, semuanya intinya pada warga yang terdampak yang telah kita data,” ucap Rizani.
Pelatihan berbagai program pelatihan yang dilaksanakan sendiri ada 13 program. Antara lain, pelatihan forklift pelatihan pengelasan, basic safety training, kuliner enterpreneurship, urban farming, pengolahan produk olahan seperti daging sapi, budidaya lele, perakitan jaring rampus, Food court, Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) serta cleaning servis.
“Forklift ini yang paling banyak peminatnya, Selain itu soal BST juga dari kuota sebesar 350an tapi di lapangan dilaksanakan hingga 7 ratusan orang yang mengikuti BST,” imbuhnya.
Pelaksanaan pelatihan akan kembali dilaksanakan pada pertengahan Agustus. Sebab, selama 4 bulan terakhir pelatihan-pelatihan tersebut sempat ditunda karena alasan Covid-19. “Kami sebenarnya disarankan untuk segera melaksanakan pelatihan tapi kami masih melihat situasi terlebih dahulu Insyaallah akan kembali dilaksanakan pada pertengahan Agustus nanti,” tuturnya.
Sementara soal penyaluran CSR, Mewakili PTRPW Konsorsium, Haerul mengatakan, pihak perusahaan kontraktor juga saat ini telah menyalurkan CSR dalam berbagai bentuk. “Kami menyalurkannya seperti ke fasilitas-fasilitas umum sekolah, seperti pembuatan seragam kemudian tempat mencuci tangan juga kemarin ikut dalam penyemprotan disinfektan,” ucapnya.
Selain itu, pihaknya juga melaksanakan perbaikan baik di masjid atau mushola serta membantu berbagai macam kegiatan. Baik dari KUD dengan dengan beberapa proposal yang masuk ataupun instansi instansi lain.
Massa aksi sendiri membubarkan diri secara sukarela pada Pukul 13.00 WIB setelah tak ada kesepakatan yang dicapai. aksi ini berjalan dengan aman dan kondusif dengan penjagaan aparat yang dipimpin langsung oleh Kapolres Subang dan melibatkan jajaran dari TNI/Polri dan Satpol PP.(ygi/vry)

Tuntutan Nelayan

1. Kompensasi kerugian akibat akses melaut terhambat sejak Pelabuhan Patimban dibangun.
2. Transparansi penyaluran dan pengelola CSR yang terlibat dalam pengelolaan Pelabuhan Patimban melalui Pemda Subang dilaksanakan secara transparan

Pemberdayaan Nelayan dari Konsultan Patimone

1.530 nelayan terdata assesmen tahap pertama
1.975 nelayan assessment tahap kedua

Program Kegiatan untuk Warga Terdampak

Pelatihan Forklift
Pelatihan Pengelasan
Basic Safety Training
Kuliner Entrepreneurship
Urban Farming
Pengolahan Produk Olahan
Budidaya Lele
Perakitan Jaring Rampus
Food Court
Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM)
Cleaning Servis

Penyaluran CSR

Sekolah (pembuatan seragam, tempat mencuci tangan dan penyemprotan disinfektan)
Fasilitas Umum, perbaikan di masjid atau mushola serta membantu berbagai macam kegiatan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *