oleh

SERBA SERBI PELAKSANAAN E UAS(UJIAN AKHIR SEMESTER)

Oleh
1.Drs.Priyono,MSi(Dosen Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta)
2.Siti Nur Aisah( mahasiswi smt 2.Aktivis Kampus Bidang Penerbitan)

Nampaknya kita sudah mulai terbiasa dengan adanya virus corona di sekitar kita. Nampaknya pula kita sudah mulai terbiasa dengan segala aktivitas yang sudah beralih menjadi online. Tidak terkecuali nampaknya pula, masyarakat seluruh dunia sudah sangat lelah menghadapi kenyataan bahwa kini harus hidup berdampingan dengan virus corona. Begitulah ada hikmah dibalik musibah, manusia selalu melakukan adaptasi dengan lingkungannya untuk menjalankan perannya sebagai machluk sosial dan perannya sebagai khalifah fil ardh. Dalam khasanah geografi disebut penganut paham posibilistik atau manusia bisa menguasai alam karena mengembangkan tehnologi komunikasi .
Mencari ilmu dengan komunikasi virtual menjadi sebuah keniscayaan dan dalam islam , mencari ilmu itu diwajibkan, seperti yang tersurat dalam surat An Nahl ayat 43 :” maka tanyalah kepada ahli ilmu pengetahuan apabila kamu tidak mengerti ” Beberapa hadits yang terkait dengan kewajiban mencari ilmu adalah disabdakan Rosul:” Mencari ilmu pengetahuan itu wajib bagi muslim”(HR Ibnu Majah). Dan ada yang lebih inspiratif, tertuang dalam hadits nabi :
” Apabila aku didatangi oleh suatu hari dan aku tidak bertambah ilmuku pada hari itu yang dapat mendekatkan ilmuku pada Alloh, maka tidak ada keberkahan untukku dalam terbitnya matahari pada hari itu ” (HR Tabrani).
Meskipun demikian, kita tetap harus patuh dan tidak boleh abai akan protokol kesehatan covid-19. Seminimal mungkin kita harus mengenakan masker ketika bepergian ke luar rumah, saat sedang batuk, dan dimanapun saat sedang di rung publik. Selain itu kita juga harus menjaga jarak aman sekurang-kurangnya sejauh 1 meter. Diramalkan oleh para ahli bahwa kita akan memasuki fase berbahaya pada bulan juli-september karena pelonggaran kebijakan pemerintah dalam PSPB.
Akibat pandemi covid-19 yang sampai saat ini belum menunjukkan angka penurunan bahkan di beberapa daerah cenderung meningkat, hal tersebut mengakibatkan seluruh perguruan tinggi yang ada di Indonesia tetap melaksanakan segala bentuk kegiatan perkuliahan secara daring. Hal tersebut tak terkecuali pelaksanaan ujian akhir semester (UAS) yang berlangsung sekitar bulan Juli. Kita mahasiswa di seluruh Indonesia memasuki fase terakhir dalam pembelajaran yaitu ujian akhir semester(UAS) online. Porsi komponen ini menempati persentase yang besar, disamping ada metode penilaian yang lain misalnya tugas membuat paper atau artikel di Koran, presentasi,observasi,diskusi dll. Pada prinsipnya evaluasi memiliki tujuan untuk mengetahui pemahaman dan kompetensi sesuai rencana pembelajaran mingguan. Inilah siklus yang sangat krusial bagi proses pembelajaran sesuai diagram Bloom.
Pelaksanaan ujian online memiliki sedikit perbedaan dengan ujian offline. Sepertinya mahasiswa lebih menyukai ujian offline ketimbang online. Mahasiswa memiliki slogan khusus terkait pelaksanaan ujian offline yaitu “Datang, Kerjakan, dan Pulang” yaitu mahasiswa datang ke ruang ujian, mengerjakan soal, dan dapat pulang. Bahkan waktu yang digunakan untuk mengerjakan terlampau singkat, dan mereka tidak memiliki beban tugas setelah itu.
Seperti yang dilaksanakan oleh Universitas Muhammadiyah Surakarta. Meskipun sama-sama sehari terdapat 2 jadwal ujian, akan tetapi terkait tenggang waktu pengumpulan yang berbeda. Ujian offline pengumpulan lembar jawab langsung hari dimana mahasiswa melaksanakan ujian, sedangkan ujian online memiliki tenggat waktu pengumpulan selama 3 hari.
Tentunya bobot soal yang diberikan berbeda, karena apabila ujian online mahasiswa memiliki kesempatan mengerjakan lebih lama dan dapat membaca ulang materi yang telah diberikan. Soal UAS online lebih ditekankan pada level analisis dan menjelaskan kasus di suatu daerah dan ada yang membuat paper atau artikel di Koran.Tenggang waktu selama 3 hari diberikan guna meminimalisir kendala gangguan jaringan internet mahasiswa.
Akan tetapi, waktu tersebut justru digunakan mahasiswa untuk menunda pekerjaan. Hal tersebut mungkin karena mahasiswa memiliki kegiatan lain di kampus merdeka seperti magang,pengabdian pada masyarakat ataupun aktivitas yang lainnya yang menyebabkan merek tidak dapat mengumpulkan perkerjaannya sesegera mungkin.
Selain itu beberapa mahasiswa merasa sedikit keberatan dengan pelaksanaan E-UAS, pasalnya mereka harus membuat jawaban yang cukup banyak dalam bentuk paper ataupun artikel. Padahal apabila ujian offline beban soal dirasa lebih mudah dan tidak sebanyak uas online. Pengalaman pertama dan sangat kaya akan pembelajaran dialami masa pandemic ini, yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan akan tetapi menjadi kenyataan. Dunia sudah ada lagi jarak yang membatasi.
Pelaksanaan E-UAS kali ini menggunakan platform yang diseragamkan yaitu menggunakan aplikasi schoology. Dimana dosen memberikan soal di platform tersebut, kemudian kita login dengan menggunakan akun yang sudah dibuat. Setelah itu kita memilih mata kuliah sesuai dengan jadwal ujian, kemudian kita perlu mengunggah kartu ujian di ruang yang sudah disediakan selanjutnya kita dapat mengunduh soal ujian dan mulai mengerjakan.
Hal tersebut tentunya memudahkan mahasiswa untuk mengumpulkan lembar jawab ujian. Untuk mahasiswa semester 2 rasanya tidak ada kendala terkait pelaksanaan E-UAS, semuanya berjalan dengan lancar. Sejatinya UAS online memiliki sedikit celah bagi mahasiswa untuk melalukan kecurangan, akan tetapi keadaan yang masih belum memungkinkan terpaksa pelaksanaan ujian akhir pun digelar secara daring.
Banyak pengalaman yang bisa kita petik dari evaluasi pbm secara online. Bagi mahasiswa dapat meningkatkan kemampuan untuk ketajaman analisis dan mendekatkan dunia akademik adan dunia nyata. Bagi dosen , disamping meningkatkan kemampuan memanfaatkan teknologi digital, dosen juga memiliki pengalaman baru menyusun tipe soal yang berbasis analisis dan kasus actual. Berbagai fungsi fitur dalam platform pembelajaran yang diterapkan akan memberikan wacana baru model pembelajaran daring. Ingat pesan moral yang disampaikan oleh John Dewey :
“ If We teach today’s students as we taught yesterday’s, we rob them of tomorrow “

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *