Kelompok Tani Ternak Lembur Kahuripan Gelar Pelatihan Pengolahan Pupuk Organik

LEGONKULON– Kelompok Tani Ternak menggelar Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik dan Mikroorganisme Lokal. Pelatihan ini diselenggarakan di lokasi ternak Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO) Kelompok Tani Ternak Lembur Kahuripan di Desa Bobos, Jumat (19/3). Kegiatan ini diinisiasi atas kerjasama dengan Yayasan Rumah Perubahan Pantura.

Pelatihan ini turut dihadiri unsur UPTD Pertanian dan BPP Kecamatan Legonkulon, Kelompok Tani Ternak diberbagai wilayah di Pantura.

Founder Yayasan Rumah Perubahan Pantura mengaku terkesima dengan antusias peserta Pelatihan yang luarbiasa. Apalagi di Kabupaten Subang, atas fasilitasi Anggota DPR RI Komisi IV H. Sutrisno, di Kabupaten Subang disalurkan sebanyak 11 UPPO.

“Kami berterima kasih pada Pak H. Sutrisno atas bantuan program nya, yang disalurkan untuk 11 titik di Kabupaten Subang. Tentu ini jadi semangat untuk kita,” kata Niko.

Pelatihan ini merupakan bukti tanggungjawab, bahwa penerima manfaat program tidak hanya sebatas menerima. Akan tetapi juga harus mampu mengelola dan mengembangkan.

“Kedepan, tentunya ini bisa memotivasi dan memproduksi. Dari bantuan yang ada diharapkan bisa bertambah, jadi berkembang biak yaa bukan berkembang beak,” imbuhnya

Apalagi, ia juga mendapat kabar baik dengan berkembangnya Kelompok Tani Ternak di Desa Cigugur Kecamatan Pusakajaya. Dimana dari 25 Ekor Kambing bantuan, kini sudah bertambah 11 anak dengan total kini menjadi 36 ekor.

“Alhamdulillah di Desa Cigugur, para peternak dapat mendapatkan bantuan dapat memaksimalkan program ini. Ternak bisa berkembang biak, ini harus disambut baik untuk kedepan dan tentunya menjadi semangat buat kita semua,” imbuhnya.

Ketua Kelompok Mandiri Jaya Sarim Pagaden Barat yang menjadi tutor dalam acara berharap agar kedepan pengelolaan dan pemanfaatan bantuan pemerintah dalam dunia tani ternak bisa dimanfaatkan secara maksimal.

“Tentunya ada tanggung jawab sebenarnya dari bantuan tersebut. Apa? Ya itu, harus berkelanjutan dan terus berkembang,” kata Sarim.

Selain Sarim juga mengapresiasi kegiatan pelatihan pembuatan pupuk organik dan mikroorganisme lokal yang diselenggarakan Kelompok Tani Ternak Lembur Kahuripan.

“Tentu ini bisa menjadi dorongan dalam hal pemanfaatan kegiatan peternakan sapi, di mana kotorannya dimanfaatkan untuk pembuatan pupuk organik,” terangnya.

Sebab, menurutnya salah satu output dalam program UPPO ini adalah mengingatkan program uppo tidak hanya berternak. Akan tetapi outputnya bisa mengelola pupuk organik. (ygi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.