oleh

Hukum Shalat Tarawih di Bulan Ramadhan

Hukum Shalat Tarawih Bulan Ramadhan

Hukum shalat tarawih di bulan ramadhan, Shalat Tarawih merupakan Shalat Sunnah Muakad yang sangat dianjurkan ketika memasuki bulan Puasa. Keutamaan Ibadah Shalat Tarawih di Bulan Ramadhan sudah ditentukan berdasar landasarn dari Hadit’s Nabi Muhammad S.A.W, yaitu:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa ibadah (Shalat Tarawih) di bulan Ramadhan seraya beriman dan ikhlas, maka diampuni baginya dosa yang telah lampau” (H.R Al-Bukhari, Muslim, dan lainnya).

BACA JUGA: PANDUAN LENGKAP TATA CARA SHALAT TARAWIH SENDIRI dan SHALAT TARAWIH BERJAMAAH

Shalat Tarawih Hukumnya adalah Sunnah Muakkad

Shalat tarawih merupakan shalat khusus yang dilakukan pada bulan puasa, dilakukan setelah shalat isya dan sebelum mengerjakan shalat witir

Hukum shalat tarawih adalah Sunnah Muakkad yang berarti Sunnah yang sangat dianjurkan dikerjakan, tidak wajib tetapi begitu banyak manfaatnya sehingga sangat dianjurkan untuk dikerjakan.

Baca Juga: Tanggal Berapa Puasa 2021? Ini jadwal Imsakiyah Wilayah Subang Tahun 2021

Shalat Tarawih bisa dikerjakan di Mesjid secara berjamaah atau bisa juga dikerjakan di rumah.

Hal itu sesuai yang telah dicontohkan Nabi Muhammad, S.A.W yang mana beliau Shalat tarawih di Mesjid dan juga di rumah, hal ini bertujuan untuk menghindari kesalahan persepsi di kalangan umat nanti bahwa shalat tarawih itu tidak wajib sehingga bisa dikerjakan di rumah, akan tetapi tentunya berjamaah di Mesjid juga lebih baik.

Jumlah rakaat Shalat Tarawih

Shalat tarawih di bulan ramadhan tidak ditentukan secara rinci berapa jumlah rakaat, apakah 11 (dengan witir) ataupun 23 (dengan witir)

Shalat tarawih pada masa Abu Bakar dan Umar

Berapa rakaat Shalat tarawih 8 rakaat-20 rakaat dan 39 rakaat?

Shalat tarawih pada zaman tersebut dilaksanakan 20 rakaat (tanpa witir), Pada masa Sayyidina Umar bin Khattab dan mayoritas Sahabat yang sudah disepakati ulama salaf dan khalaf,

Bahkan menjadi Ijma’ Ulama 4 Imam Mazhab: Imam Syafi’i, Imam Hanbali, Imam Hanafi dan Mayoritas mazhab Imam Maliki.

Pada kalangan Mazhab Maliki, terdapat ikhtilaf (perbedaan) antara 20 rakaat dan 36 rakaa, berdasar Hadiits riwayat Imam Malik bin Anas R.A, bahwa Imam Darul Hijrah Madinah memiliki pendapat bahwa Shalat tarawih itu lebih dari 20 rakaat sampai 36 rakaat:

“Saya dapati orang-orang melakukan ibadah malam di bulan Ramadhan, yakni shalat tarawih, dengan 39 rakaat-yang 3 adalah shalat witir”

Imam Malik memilih 8 Rakaat, tetapi mayoritas Malikiyah sesuai dengan mayoritas Mazhab Syafi’iyyah, Hanabilah dan Hanafilah yang sepakat shalat tarawih adalah 20 rakaat, dan hal ini pendapat yang lebih kuat dan sempurna ijma‘-nya.

Shalat Tarawih dan Witir

Shalat tarawih dan shalat sunnah lainnya tidak ada perbedaan secara umum, hanya saja shalat tarawih harus dilakukan setelah shalat isya di bulan Ramadhan, sangan dianjurkan berjamaah.

Rukun-rukun shalat tarawih

Rukun-rukun Shalat tarawih tidak memiliki perbedaan dengan rukun shalat sunnah lainnya, misalnya dari segi ayat yang dibaca setelah Al-fatihah, diperbolehkan membaca ayat yang mana saja dari Ayat Al-Qur’an.

Akan tetapi, sebagian Ulama sangat merekomendasikan agar membaca surat-surat atau ayat-ayat tertentu.

Terlepas dari berapapun rakaat yang ditunaikan saat shalat tarawih (sesuai yang telah dianjurkan di zaman Nabi Muhammad, S.A.W dan di zaman Sahabat, kita sebaiknya tidak memperdebatkan jumlah raka’at, dan tidak saling mencela. Sebaiknya kita saling mengingatkan dalam kebaikan, karna Syurga terlalu luas untuk sendirian. (Re/Juni)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.