Cara Dedi Hermawan Sukses Bisnis Tanaman Hias di Masa Pandemi

Bisnis Tanaman Hias
ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES PRIMADONA: Aglonema menjadi primadona pencinta tanaman hias.
0 Komentar

PURWAKARTA-Pandemi Covid-19 telah berlangsung selama setahun. Imbasnya, ekonomi masyarakat sangat terpengaruh. Daya beli menurun, bahkan jumlah kasus PHK-pun meningkat tajam. Untuk yang masih bekerja, masih banyak pula yang melakukan work from home.

Dan, bagi sebagian besar masyarakat lebih memilih berdiam di rumah daripada keluar rumah dengan berbagai risikonya. Maka, kebiasaan baru pun bermunculan. Satu di antara yang terpopuler adalah menumbuhkan minat masyarakat terhadap tanaman hias.

Bisnis tanaman hias pun kini semakin berkembang pesat. Jual beli tanaman hias semakin sering terjadi, baik secara daring maupun dengan mendatangi langsung perajin tanaman hias. Seperti yang terlihat di salah satu pusat penjualan tanaman hias di Jl. Galudra Desa Cijantung, Kecamatan Sukatani, Purwakarta.

Baca Juga:Sukses Bisnis Kerupuk Kulit di Tengah Pandemi, Ini yag Dilakukan H IdingTodongkan Senjata Api, Baku Tembak, Penyerang Mabes Polri Seorang Perempuan

Adalah Dedi Hermawan (40) pelaku bisnis sekaligus pembudidaya tanaman hias yang juga pemilik Nurserey Greenhouse sebagai ruang tanamnya. Dirinya mengaku mulai merasakan peningkatan penjualan sejak beberapa bulan lalu. “Alhamdulillah, ada saja yang pesan tanaman hias dan bunga dari bermacam jenis,” ujar Dedi saat ditemui di Nurserey Greenhouse miliknya, Selasa (30/3).

Tingginya permintaan itu, sambungnya, membuat beberapa jenis tanaman hias menjadi primadona dengan harganya yang cukup fantastis. Tanaman yang dulu hanya bernilai belasan hingga puluhan ribu, kini melonjak hingga ratusan ribu bahkan ada yang jutaan rupiah.

Di rumah kacanya milik itu terdapat ratusan jenis tanaman hias yang berderet rapi. Di antaranya, seperti jenis Aglonema, Kaladium dan Anturium. Adapula bonsai kelapa, keladi, dan lainnya. Tanaman hias tersebut dibanderol dengan harga yang bervariatif, mulai dari Rp50 ribu hingga jutaan rupiah. “Peminat bunga dan tanaman hias meningkat hingga 100 persen lebih. Untuk jenis yang paling populer saat ini adalah Aglonema, Kaladium, serta Anturium” katanya.

Untuk pemasaran, selain di lokasi greenhouse, biasanya Dedi juga menjual di lapak milikinya yang berada di Jalan Cikopo, Kecamatan Bungursari. “Bagi yang ingin berkonsultasi atau membutuhkan bunga bisa menghubungi  via telepon. Bisa juga datang langsung ke sini atau ke lapak di Bungursari,” katanya.(add/sep)

0 Komentar