Menjemput Rezeki Disaat Pandemi

Editor:

Oleh

1.Drs.H.Priyono,MSi(Dosen dan Wakil Dekan I Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta)

2.Dra.Hj.Umrotun,MSi(Dosen Fakultas Geografi UMS)

Masa pandemic covid-19 penuh dengan misteri

Datangnya tidak diundang kapan perginya masih menerawang

Ketika vaksin datang belum tentu jadi penenang

Karena yang habis vaksin bisa jadi terserang

 

Ekonomi menurun drastis karena orang gak mau datang

Takut jadi agen penularan maupun obyek yang kena sasaran

Jamaah masjid berkurang ,Warga kampus pada pulang

Kantin kampus gak laku jualan karena penghuninya bawa pulang uang

 

Pasar syawalayan kena imbasnya

Pasar tarsdisional tak beda kondisinya

Semua usaha mulai dari bidang perhotelan bangkrut

Usaha tranportasi sepi, usaha kuliner menurun.

 

Hanya orang yang berinovasi  bisa jemput rezeki

Inovasi produk, inovasi bahan baku dan inovasi marketing

Inovasi kualitas dan selalu melakukan survai pasar

Mereka yang selalu tahu kebutuhan pasar

Pandemi belum berlalu, bisa dilihat dari penerapan protokol kesehatan terhadap setiap kegiatan keluar luar .Pandemi telah merubah tatanan kehidupan baik ekonomi, social, budaya maupun keagamaan. Pemerintah telah berusaha untuk memutus mata rantai penyebaran virus ini dengan segala upaya dan dana serta sumberdaya, akan tetapi belum bisa melenyapkan virus , termasuk mengimport vaksin dari negeri tirai bambu agar rakyat memiliki kekebalan untuk melawan virus berbahaya ini. Jikapandemic ini tidak segera usai maka banyak pengamat memperkirakan, ekonomi Indonesia akan menghadapi masa yang sangat sulit.

Namun di tengah kondisi sulit tersebut, masih juga ada orang yang kreatif menciptkan peluang kerja untuk mendapatkan penghasilan. Ada banyak ibu rumah tangga yang menciptakan bisnis kuliner  secara online untuk memasarkannya. Para penjahit memanfaatkannya dengan menciptakan aneka masker dan alat pelindu.ng badan, yang ordernya cukup memikat. Pedagang sayur kecil menjajakan dagangannya dengan pro aktif mendatangi konsumen menggunakan alat transportasi sepeda motor.

Betapa pentingnya peran teknologi di masa pandemic. Kita jadi familier menggunakan teknologi di saat pandemic, yang sebelumnya tidak pernah kita bayangkan, semua sudah berubah dengan cepat. Lebih lebih di bidang pendidikan, maka aplikasi teknologi untuk pembelajaran mutlak digunakan. Pendek kata tiada hari tanpa teknologi. Di saat pandemic, sepeda bergeser fungsi dari alat transportasi menjadi alat hiburan. Di saat libur bahkan tidakpun, banyak rombongan kecil ibu ibu atau keluarga bersepeda menuju tempat wisata atau hanya berolahraga sambil kulineran sehingga berdampak pada penjualan sepeda yang melonjak dan kuliner yang juga mengikutinya.  Termasuk penunjang protocol kesehatan yang berupa alat pengukur suhu,hand sanitizer dan sejenisnya ikut naik ordernya. Itulah dinamika pandemic.

Mereka yang kreatif, di saat pandemikpun bisa meraih hikmahnya sehingga bisa membawa barokah. Orang yang beriman selalu mengintegrasikan ayat ayat dalam Al Qur’an dengan kejadian nyata di alam ini , yang sering disebut sebgai ayat kauliyah. Surat Al Insyiroh ayat 5 mengetuk hati kita bahwa”…karena sesungguhny a sesudah kesulitan itu ada kemudahan “. Dan kalimat tersebut ditekankan lagi pada ayat berikutnya. Di dalam Al Qur’an , kita temukan beberapa surat, Allah memberikan penekanan atau mengulang kalimat yang sama. Dalam QS Al Ansyiroh tersebut, para ahli tafsir menjelaskan bahwa kesulitan yang  tersebut dua tetapi sama sedangkan kemudahannya juga dua tetapi kemudahan pertama dan kedua itu berbeda. Jadi di tengah tengah kesulitan, Allah memberi kemudahan lebih banyak.

Oleh karenanya , umat Islam harus melihat beberapa kejadian di alam ini dalam perspektif yang lebih luas sebab Allah akan menguji umatnya sesuai kemampuannya. Tentu saja hanya mereka yang kreatif yang bisa melihat peluang di tengah kesulitan. Kita harus berupaya , berdoa dan tawakal kepada Allah swt menghadapi berbagai cobaan agar pandemic segera berlalu dan selalu bermuhasabah agar tidak masuk dalam lubang pahit yang sama,  aamiin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.