oleh

Penanganan Sampah yang Tak  Kunjung Tuntas

Oleh Shinta Dewi

Ibu Rumah Tangga dan Pegiat Dakwah

Sampah adalah bagian dari kehidupan manusia yang butuh penanganan serius, agar tidak menimbulkan kebahayaan baik bagi lingkungan maupun kesehatannya. Namun sayang pemandangan tumpukan sampah masih kerap kita jumpai.

Terletak di Kawasan Lapangan Cendol, Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung yang awalnya digunakan sebagai tempat berolahraga, berubah menjadi tempat pembuangan sampah sementara (TPS) atau bisa jadi tempat pembuangan akhir (TPA) bila dibiarkan terus berlanjut. (Portal Bandung Timur 19/3/2021).

Penanganan sampah butuh kesadaran individu masyarakat, serta peran negara. Menumbuhkan kesadaran masyarakat dibutuhkan edukasi sesuai Islam, agar muncul kesadaran merasa diawasi oleh Allah Swt. atas segala tindakannya. Sedangkan penentuan lokasi pembuangan sampah, pendanaan, pengelolaan menggunakan teknologi  tidak bisa dibebankan kepada masyarakat tetapi kewajiban pemerintah.

Pola hidup masyarakat pada negara yang menerapkan sistem kapitalis telah melahirkan sikap individualisme. Membuang sampah sembarangan, tidak peduli pada lingkungannya menjadi salah satu faktor munculnya persoalan sampah.

Sementara di sisi lain pemerintah seakan melepaskan tanggung jawabnya kepada masyarakat terkait persoalan sampah ini. Masyarakat pun disalahkan tanpa memberikan edukasi tentang pengelolaan sampah mandiri secara optimal. Begitu pula masalah pendanaannya, pemerintah terkesan berlepas tangan. Hal inilah yang menyebabkan permasalahan sampah tidak kunjung terselesaikan, sehingga pada akhirnya  individu terbebani  untuk segera melakukan tindakan. Tanpa keseriusan negara tidak mungkin masalah sampah akan terselesaikan secara tuntas.

Manusia selalu mengatur tingkah lakunya dalam kehidupan ini sesuai dengan arah  pandang yang dimilikinya, baik sebagai individu masyarakat maupun penguasa. Untuk itu Islam adalah pilihan untuk menyelesaikan segala persoalan termasuk sampah. Kebersihan adalah sesuatu yang disyariatkan dalam Islam. Sabda Rasulullah saw. :

“Sesungguhnya Allah Swt. itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan, Dia Maha Mulia yang menyukai kemuliaan, Dia Maha Indah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu” (HR. Tirmidzi).

Dalam pelaksanaannya butuh peran individu masyarakat, terlebih negara. Penguasa dalam pandangan Islam adalah penanggungjawab urusan rakyatnya. Kepemimpinan adalah amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban kelak di akhirat. Berdasarkan keyakinan tersebut segala upaya akan diusahakan maksimal.

Tumbuhnya kesadaran masyarakat dan berjalannya peran negara, hanya ada dalam sistem Islam. Sekularisme telah menjauhkan agama dari kehidupan, sebaliknya Islam selalu mengingatkan agar masyarakat khususnya muslim selalu menyandarkan segala perbuatannya kepada syariat. Kapitalisme memposisikan penguasa sebagai regulator sedangkan Islam sebagai penanggung jawab.

Wallahu a’lam bish-shawab

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *