oleh

Pahlawan di Masa Pandemi

SUBANG-Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Kabupaten Subang mengajak perempuan untuk melakukan refleksi di momen Hari Kartini tahun ini. Hari Kartini harus dimaknai sebagai momentum untuk mengingatkan kembali tanggungjawab sebagai perempuan.

Ketua KPPI Kabupaten Subang, Hj Emmaningsih mengatakan, perempuan saat ini harus bisa menjadi pahlawan di masa pandemi. “Kartini masa kini yaitu pahlawan di masa pandemi,” kata Emmaningsih kepada Pasundan Ekspres, Selasa (20/4). Sebagai seorang ibu saat ini harus bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi.

“Saat pandemi Covid-19 banyak ditemui seorang ibu yang belum menguasai teknologi, sementara anaknya dituntut untuk belajar secara daring. Ini harus jadi pembelajaran, bahwa kita harus meningkatkan kemampuan menguasai teknologi,”

Selain dalam urusan pendidikan anak saat pandemi, seorang ibu juga mesti menyikapi secara ekonomi. Saat situasi pandemi ini perlu berlaku hemat dan hidup sederhana.

“Bagaimana kondisi perekonomian di keluarga bisa stabil saat pandemi ini. Misalnya ibu rumah tangga harus menerapkan hidup sederhana dan hidup hemat,” ujarnya.

KPPI Kabupaten Subang juga mengajak perempuan untuk ikut berperan dalam setiap pembangunan daerah. Perempuan jangan hanya menjadi penonton saja.

Hj Emmaningsih mengatakan, pembangunan di Subang saat ini begitu masif. Salah satunya pembangunan Pelabuhan Patimban yang mesti disikapi oleh perempuan.

Dia mengatakan, akan ada beragam dampak dari pembangunan-pembangunan tersebut. Sehingga perempuan perlu mempersiapkan diri mulai dari wawasan, akhlak yang baik, integritas dan kapabilitas.Hal serupa juga diungkapkan Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Subang, Hj Omo Junengsih. Menurutnya, peran wanita sangat tinggi dalam perkembangannya zaman, sehingga tidak bisa wanita saat ini hanya berdiam diri saja di rumah. “Biasanya tugas perempuan hanya di rumah. Namun, wanita moderen saat ini lebih bersaing dengan kaum laki-laki,” ujarnya.

Dijelaskan Omo, bisa dilihat saat ini wanita sekarang banyak yang terjun diberbagai bidang, pejabat, politikus, instansi pengamanan hingga menjadi buruh pabrik dimana dahulunya bidang-bidang tersebut memang awalnya merupakan bidang kaum lelaki. “Bisa dilihat sekarang, dan emansipasi perlu dan harus dilakukan,” katanya.

Dijelaskan Omo, walaupun begitu ketika wanita modern berada di berbagai bidang, namun harus ingat kepada kodratnya sebagai perempuan dimana harus mengurus anak dan lainnya. “Tetap, kodratnya jangan ditinggalkan,” katanya.(ysp/ygo/vry)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *