oleh

Ngeri!! Uang Suap CPNS K2 di Subang Terkumpul Rp32,4 M, Berikut Rincian Lengkapnya

Sidang Heri Tantan Ditunda

BANDUNG-Kelanjutan sidang perkara kasus K2, dengan terdakwa Heri Tantan Sumaryana terpaksa harus ditunda, Rabu (21/4). Dalam agenda persidangan, terjadwal jika hari ini selain masih pemeriksaan saksi-saksi, yang didatangkan dari pihak perbankan dan develover yang berkaitan dengan aset rumah terdakwa, juga akan dilaksanakan mendengarkan keterangan terdakwa. Namun sayang yang dilaksanakan hanya keterangan 2 saksi saja.

“Karena keterangan terdakwa memerlukan waktu yang panjang, dengan persiapan yang matang, terpaksa ditunda,” papar kuasa hukum Heri Tantan, Irwan Yustiarta.

Agenda sidang berikutnya akan dilaksanakan minggu depan, Rabu 28 April 2021 mendatang, dengan agenda mendengarkan keterangan terdakwa.

Sementara dalam perjalanan Proses Hukum CPNS Kategori II, Mantan Kepala Bidang Pengadaan dan Pengembangan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkab Subang, Heri Tantan Sumaryana didakwa menerima gratifikasi senilai Rp2,52 miliar lebih dari total Rp32,4 miliar lebih.

Uang didapat dari pungutan terhadap warga Subang yang akan diangkat jadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) bersumber dari honorer kategori II pada 2012. Saat itu, Pemkab Subang mengusulkan 6.742 honorer kategori II untuk mengikuti seleksi CPNS.

HTS dijerat Pasal 12 b huruf b Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUH Pidana juncto Pasal 65 KUH Pidana. Heri Tantan Sumaryana menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Kelas IA Khusus Bandung, Jalan LLRE Martadinata, sejak tanggal 27 Januari dalam sidang yang terbuka untuk umum.

Dalam berkas dakwaan Heri Tantan yang diterima Pasundan Ekspres, jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam perkara ini, yakni Budi Nugraha dan Tito Zaelani dibacakan bahwa akhir 2012, Heri Tantan dipanggil Sekda Pemkab Subang saat itu, ABD di kediamannya di Jalan Buton. Hadir juga NH, Kepala BKD Subang saat itu. Saat itu, kata jaksa, ABD mengatakan bahwa untuk pengangkatan CPNS ini, harus jadi uang.

“Atas permintaan itu, terdakwa Heri Tantan menyanggupi permintaan tersebut,” ucap Budi.

Setelah pertemuan itu, Heri Tantan, ABD dan NH dipanggil Mantan Bupati Ojang Sohandi. Saat itu, Ojang yang saat ini mendekam di Lapas Sukamiskin karena kasus korupsi, meminta terdakwa, ABD dan NH untuk mengumpulkan uang dari para honorer Kategori II yang hendak ikut seleksi CPNS.

“Terdakwa menyanggupi dan meminta bantuan stafnya untuk membantu. Awalnya disepakati per orang Rp50 juta untuk Ojang, ABD dan NH. Namun, terdakwa menetapkan sendiri besarannya hingga Rp60 juta sampai Rp70 juta per orang,” katanya.

Dari pungutan itu, terkumpul uang senilai Rp32 miliar lebih. Uang itu kemudian dibagikan oleh terdakwa pada sejumlah pihak. Antara lain, Mantan Bupati Subang Ojang Sohandi senilai Rp 9 miliar yang diberikan bertahap dari 1 Oktober 2012 hingga Juni 2015.

Lalu pemberian uang Rp2,3 miliar pada ABD pada 5 Maret 2014 hingga April 2015. Untuk NH senilai Rp1,13 miliar yang diserahkan dalam kurun waktu Maret 2013 hingga Agustus 2015.

“Adapun terdakwa mengambil Rp 2,52 miliar,” ujar jaksa Budi. Terdakwa, menurut dakwaan jaksa KPK, juga memberikan uang itu pada pihak lain. Yakni anggota Komisi A DPRD Subang PMI senilai Rp110 juta, Mantan Bupati Subang Eep Hidayat yang diterima di Lapas Sukamiskin. Eep sempat menjalani pidana di Lapas Sukamiskin karena kasus upah pungut PBB. Sisanya, Rp15 miliar lebih, diberikan ke pihak lain atas sepengetahuan Ojang, ABD dan NH,” paparnya.

Selanjutnya, kata jaksa, 30 hari sejak menerima uang, Ojang Sohandi dan Heri Tantan tidak melaporkan ke KPK sebagaimana aturan undang-undang. “Perbuatan terdakwa bersama Ojang Sohandi menerima uang haruslah dianggap suap, karena berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan tugas Ojang Sohandi selaku penyelenggara negara,” ucap dia.

Kesaksian Eep Hidayat

Pada persidangan sebelumnya, Rabu (14/4) Eep dihadirkan sebagai saksi, dalam persidangan itu Eep menyebut bahwa uang yang diberi terdakwa dan diterima oleh Sandi yang tak lain ajudannya, merupakan hasil jual beli tanah. Namun Eep tak bisa membuktikan hasil jual belinya.

“Itu uang hasil penjualan tanah di Subang. Semuanya bukti-bukti ada di Sandi karena dia yang mengurusnya,” papar Eep.

Terkait pemberian uang untuk Eep atas perintah Ojang, yang pernah jadi ajudan Eep, kemudian jadi Wakil Bupati Subang bersama Eep. Belakangan, saat Eep terjerat kasus korupsi, Ojang maju jadi Bupati Subang, juga dibantah Eep. “Enggak mungkin Ojang memberi ke saya karena secara politik kami berlawanan,” ucap Eep.

Dia menceritakan bahwa pada Pilkada Subang 2013, Ojang Sohandi maju bersama Imas Aryumningsih. Sedangkan istri Eep, juga mencalonkan diri sebagai bupati namun kalah. Ojang dan Imas akhirnya terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Subang 2013-2018. Di perjalanan Ojang tersandung kasus suap jaksa dan Imas juga tersandung kasus suap perizinan.

Ojang dan Imas saat ini masih menjalani pidana penjara. Ojang di Lapas Sukamiskin dan Imas di Lapas Perempuan Bandung.

Eep juga cerita soal kerenggangannya dengan Ojang. Saat Eep terjerat kasus korupsi, dia diberhentikan resmi oleh Mendagri. Surat pemberhentiannya diterima oleh Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan diserahkan ke Ojang Sohandi.

“Yang bikin saya kecewa, Ojang itu datang menemui Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengambil surat pemberhentian saya,” ucap Eep.

Keterangan Sandi

Masih di sidang yang sama, Sandi Sambas, bersaksi bahwa sepulang dari Lapas Sukamiskin, dia menemui Heri Tantan dan menerima bingkisan plastik berisi uang untuk Eep.

Awalnya, dia berdalih bahwa itu bukan uang melainkan pakan burung. Belakangan, dia mengakui bahwa itu berisi uang. “Iya memang berisi uang, tapi disertai pakan burung,” ucap Sandi Sambas.

Heri Tantan Membantah

Saat dikonfirmasi pada Heri Tantan, dia mendapat perintah dari Ojang untuk menyerahkan uang Rp1,5 miliar untuk Eep.

“(Keterangan saksi) semua bohong. Uang Rp 1,5 miliar itu berasal dari pungutan honorer. Saat itu, saya ketemu pak Eep di Lapas Sukamiskin, saya tanya uangnya di kesiapakan, saat itu pak Eep bilang serahkan saja ke Sandi,” sanggah Heri Tantan.(idr/vry)

 

Perjalanan CPNS Kategori II

  • Tahun 2012 Pemkab Subang mengusulkan 6.742 honorer kategori II untuk mengikuti seleksi CPNS.
  • Akhir Tahun 2012 Heri Tantan dipanggil Sekda dan Kepala BKD saat itu dan mengatakan pengangkatan CPNS, harus jadi uang
  • Heri Tantan, Sekda dan Kepala BKD dipanggil Mantan Bupati Ojang Sohandi, untuk mengumpulkan uang dari para honorer Kategori II yang hendak ikut seleksi CPNS, Per orang Rp 50 juta
  • Heri Tantan menetapkan Rp 60 juta – Rp 70 juta per orang
  • Dari pungutan CPNS K2 terkumpul Rp 32,4 miliar

CPNS K2 Tahun 2013

– Peserta yang ikut tes 7.348

– Tingkat SD – SLTP 704 peserta

– Tingkat SMA – DIII 5.877 peserta

– Tingkat DIV – S3 767 peserta

– Lulus 1.619 orang

– Memenuhi syarat 1.066 orang

– Tidak memenuhi syarat 279 orang

– Berkas tidak lengkap 274 orang

Dugaan Aliran Uang Suap CPNS K2

– Mantan Bupati Subang Ojang Sohandi Rp 9 M, dari 1 Oktober 2012 hingga Juni 2015.

– ABD Rp 2,3 M, dari 5 Maret 2014 hingga April 2015

– NH Rp 1,13 M, dari Maret 2013 hingga Agustus 2015

– Terdakwa Heri Tantan mengambil Rp 2,52 M

– Mantan Bupati Subang Eep Hidayat Rp 1,5 M

– Anggota DPRD Rp 110 juta

– Rp15 miliar kepada pihak lain

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *