oleh

Harga Cabai Rawit dan Tomat Anjlok

LEMBANG-Harapan petani untuk mendapatkan keuntungan besar dari penjualan hasil pertanian kandas. Pasalnya, harga panen cabai rawit dan tomat di kebun anjlok, serta ditambah biaya produksi hingga harga pupuk yang mahal.

Petani asal Desa Cikidang, Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat (KBB) Ading (56) mengatakan, harga cabai rawit yang beberapa bulan lalu sempat menembus Rp100 ribu per kilogram, kini turun menjadi Rp25 ribu per kilogram. “Harga cabai sudah berangsur turun, sekarang Rp25 ribu per kilogram. Besok-besok mungkin bisa turun lagi soalnya di berbagai daerah sudah masuk panen raya,” ucap Ading, Rabu (28/4).

Sedangkan harga tomat, Ading menyebut, kini dijual Rp2.500 per kilogram. Turunnya harga disebabkan permintaan pasar yang sedikit dan hasil panen yang melimpah. Dengan harga tersebut membuat petani dipastikan tidak akan bisa menikmati keuntungan seperti yang diharapkan. “Kalau hasil panen lumayan bagus, yang masalah itu harga jualnya rendah. Disebut bagus itu kalau harga tomat Rp5.000 dan cabai rawit Rp50.000 per kilogram. Dengan harga segitu, itu bisa untung lumayan bagi petani,” ujarnya.

Menurut dia, petani yang hanya bermodal kecil tidak mampu mengembalikan biaya awal penanaman lantaran terbentur untuk keperluan biaya hidup. Dengan sangat terpaksa, tomat dipanen lalu dijual dengan harga yang tidak diharapkan. “Untung enggak, tapi rugi juga enggak. Bisa dibilang petani cuma buang-buang tenaga memanen. Masalahnya itu tadi, sekali panen kan butuh biaya ongkos pekerja, pendapatan Rp2.500 dari panen tomat hanya dibagikan untuk upah pekerja, sementara uang yang dibawa ke rumah enggak ada,” bebernya.

Untungnya, ia masih memiliki hasil tanam burkoli dan sawi yang harganya masih stabil di pasaran sehingga bisa menutupi biaya perawatan tomat dan cabai.

Ading mengharapkan, harga tomat dan cabai rawit bisa stabil nanti menjelang Lebaran karena naiknya permintaan pembeli di pasar. “Harapannya begitu, seiring dengan semakin dekatnya Lebaran harga tomat bisa sesuai harapan para petani. Karena biasanya setiap jelang lebaran, tomat banyak dibutuhkan konsumen untuk menu pelengkap olahan sayuran,” tambahnya.(eko/sep)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *