oleh

Berbagai Upaya Pengebirian Ajaran Islam

Oleh Shinta Dewi

Ibu Rumah Tangga dan Pegiat Dakwah

Mengamati perkembangan dunia Islam terutama di Indonesia, semakin tampak bahwa peran Islam kian dipinggirkan dan dibelokkan pemahamannya. Ajarannya seperti jihad, sanksi, khilafah dituduh sebagai ajaran radikal yang sah untuk dikriminalisasi. Bukan hanya ajarannya, ulama dan para aktivis pejuangnya pun dipersekusi, diintimidasi, bahkan dicap radikal.

Radikalisme Islam dianggap berbahaya, sehingga pemerintah dengan serius berupaya untuk menangkalnya dengan berbagai cara, diantaranya melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Bandung tahun 2021, menargetkan pembentukkan 280 Kampung Keluarga Berencana (KB). Kepala DP2KBP3A, Muhammad Hainan mengungkapkan, program dari Kampung KB bisa menjadi salah satu upaya yang bisa mencegah kaum milenial dan kaum perempuan terpapar paham radikalisme (JabarEkspres.com Rabu 7/4/2021).

Selain hal di atas, karena upaya yang ditempuh melalui jalur formal maupun nonformal maka diusahakan juga melalui jalur pendidikan, berbagai pelatihan, pengajian serta penggunaan media massa dan media sosial. Tujuannya menangkal radikalisme Islam dengan mengaruskan moderasi agama yang sudah dimasukkan ke dalan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024. Di dalamnya disebutkan moderasi beragama ini bukan memoderasi agama, tetapi memoderasi pemahaman dan pengamalan umat dalam beragama. Artinya cara pandang, sikap dan praktik agama harus mentaati konstitusi sebagai kesepakatan berbangsa.

Indonesia mayoritas penduduknya muslim, sudah sepantasnya kecondongan terhadap Islam sebagai tuntunan hidup mesti diutamakan. Ada yang patut dikritisi dari ungkapan “Praktik agama (Islam) harus mentaati konstitusi sebagai kesepakatan berbangsa”., sebab seolah-olah agama harus tunduk kepada konstitusi hasil kesepakatan manusia yang sifatnya terbatas, sedangkan Islam diturunkan oleh Allah Swt. Zat yang Maha tidak terbatas. Ada pemikiran terbalik, seharusnya Islam diposisikan sebagai aturan tertinggi, sementara praktiknya sudah jelas tauladannya adalah Rasulullah saw. selanjutnya diikuti oleh para sahabat dan kaum muslimin secara umum. Rasulullah menegakkan sanksi, melaksanakan jihad, mengatur negara berdasar akidah Islam dalam seluruh aspeknya. Dari sini jelas moderasi agama dimaksudkan memilah-milah ajaran Islam, yang cocok diambil yang tidak dipinggirkan, ajaran Islam dikebiri.

Umat Islam akan bangkit dari keterpurukannya jika berpegang teguh kepada seluruh ajarannya atau Islam kaffah. Hal inilah yang dikhawatirkan oleh Barat. Oleh karena itu penting menyematkan ‘radikal’ bagi penyeru Islam kaffah agar umat merasa takut jika membahas jihad, khilafah terlebih memperjuangkannya, karena akan di cap radikal.

Sepatutnya yang lebih dikokohkan di tengah masyarakat adalah berpegang teguh terhadap seluruh ajaran Islam bukan Islam moderat versi Barat, bukan mengikuti Barat yang sekuler dan liberal. Moderasi Islam adalah salah satu alat untuk melanggengkan  penjajahan Barat atas negeri-negiri Islam sekaligus menghalangi kebangkitan Islam secara halus. Sikap yang seharusnya diambil adalah menolaknya bukan mengaruskannya.

Islam adalah agama yang syaamil dan kaamil, yang mengatur hubungan manusia dengan Rabb-nya, dengan sesama manusia termasuk bermasyarakat dan bernegara. Allah Swt. melalui firmanNya menyeru manusia khususnya umat Islam untuk masuk ke dalam Islam secara kaffah.

“Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah seytan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu” (TQS. al- Baqarah: 208)

Permasalahan yang mendera negeri ini, bukanlah terletak di pengamalan yang harus moderat, tetapi terletak pada kesalahan sistem yang diterapkan yaitu sistem kapitalisme sekular.

Sudah saatnya umat Islam kembali kepada penerapan Islam kaffah dalam bingkai khilafah, yang akan mengantarkannya kepada kebangkitan hakiki.

Wallahu a’lam bish shawab

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *