oleh

SPN: Banyak Perusahaan Belum Daftarkan Pekerja

PURWAKARTA-Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) bersinergi dengan Kementerian Ketenagakerjaan RI memberikan paket lebaran kepada serikat pekerja di seluruh Indonesia secara serentak, tak terkecuali di Purwakarta, Sabtu (1/5).

Kepala Kantor BP Jamsostek Purwakarta Herry Subroto mengatakan bantuan yang diberikan dalam rangka memperingati Hari Buruh 2021 tersebut, merupakan wujud kepedulian BPJamsostek kepada para pekerja. “Kami bersama Kementerian Ketenagakerjaan RI akan terus bersinergi untuk meningkatkan kesejahteraan buruh,” kata Herry saat dihubungi melalui gawainya, Ahad (2/5).

Dijelaskan Herry, ada ratusan paket berisi bahan-bahan kebutuhan pokok dibagikan kepada ratusan anggota serikat pekerja di wilayah Purwakarta dan Subang. Adapun di Purwakarta, paket sembako diberikan secara simbolis kepada Asep Hidayat dari DPC SPN Purwakarta, Hendar Maulana PUK Comdev FSPMI, dan Agus Gunawan dari KSPSI Purwakarta. “Pada kesempatan itu, kami menegaskan komitmen kami untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya para pekerja,” ujar Herry.

Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, gabungan serikat pekerja di Kabupaten Purwakarta memperingati Hari Buruh 2021 dengan menggelar aksi damai. Mereka turut menyoroti permasalahan seputar program BPJamsostek.

Menurut Dewan Pengurus Cabang Serikat Pekerja Nasional (DPC SPN) Purwakarta, masih banyak perusahaan yang melanggar. “Banyak karyawan yang belum didaftarkan menjadi peserta program BPJamsostek,” ujar Ketua DPC SPN Purwakarta Asep Hidayat.

Selain itu, banyak di antara perusahaan yang menunggak pembayaran iuran program BP Jamsostek. Pelanggaran yang dilakukan perusahaan itu bisa menyebabkan pekerja tidak mendapatkan manfaat program BPJamsostek itu.

Para buruh juga meminta kasus dugaan korupsi di lembaga itu diusut tuntas. “Kalau kasus ini tidak diusut Kejaksaan Agung, serikat pekerja akan pilih turun ke jalan,” kata Agus dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Purwakarta.

Para buruh dari berbagai kelompok itu menggelar aksi demonstrasi di kantor pemerintahan daerah Purwakarta. Mereka minta pemerintah memperhatikan nasib buruh dan memperjuangkan hak mereka kepada pengusaha maupun pemerintah pusat.

Berkaitan dengan momentum lebaran, mereka juga meminta agar perusahaan tidak menunggak pembayaran Tunjangan Hari Raya seperti tahun lalu. “Tahun ini tidak boleh ada perusahaan yang menyicil THR untuk para pekerja seperti tahun lalu,” ujar Agus.

Adapun tuntutan utama para buruh secara nasional ialah meminta Mahkamah Agung mengabulkan gugatan dari serikat pekerja. Mereka menuntut pencabutan Undang-undang Ciptakerja yang dinilai merugikan kaum pekerja.(add/sep)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.