Tata Cara Shalat Idul Fitri yang Benar, Baik di Masjid atau Pun di Rumah

Tata Cara Shalat Idul Fitri yang Benar, Bisa untuk di Rumah dan di Masjid!!!

Tata Cara Shalat Idul Fitri
Tata Cara Shalat Idul Fitri yang Benar, Baik di Masjid atau Pun di Rumah

Tata cara shalat idul fitri atau pun idul adha tidak jauh berbeda, yang berbeda hanya dari lafadz dan niat sholatnya saja. Sholat ied bagi kaum muslimin ketika hari raya sangat dianjurkan untuk dikerjakan, Bagi yang tidak udzur dianjurkan keluar rumah untuk shalat ied berjamaaah.

Tata cara sholat ied idul fitri bisa tidak berbeda jauh antara mengerjakannya di rumah atau mengerjakannya di Masjid, jika berhalangan, tidak masalah dikerjakan di rumah, namun jika tidak berhalangan, sangat dianjurkan mengerjakan sholat idul fitri berjamaah ke masjid.

Kapan Waktu Sholat Idul Fitri?
Sholat sunnah idul fitri ini ialah di pagi hari, pada saat matahari masih sepenggalah naik. Tidak ada adzan dan qomat seperti sholat wajib pada umumnya, (Hamka, dalam Buku Tuntunan Puasa, Tarawih, dan Shalat Idul Fitri (Gema Insani: 2020).
Hadit’s yang Memperkuat:
“Athaak mengatakan kepadaku, dari Jabir, Rasul bersabda bahwa tidak ada adzan ketika hari Raya Idul Fitri, baik sebelum imam keluar atau setelah imam keluar. Tidak ada panggilan (iqamah) dan satupun tidak ada.” (HR. Muslim)

Tata Cara Sholat Ied Idul Fitri – Idul Adha

Shalat ied dikerjakan 2 (dua) rakaat dengan berjamaah, yang disambung khutbah setelah shalat. Akan tetapi apabila datang terlambat, maka dibolehkan shalat ied sendiri-sendiri di rumah (munfarid)

1). Lafadz Niat

“ushallî rak‘ataini sunnatan li ‘îdil fithri”.  (“imâman” kalau menjadi imam), dan (“ma’mûman” kalau menjadi makmum).

Lafal ini hukumnya sunnah, yang wajib adalah dalam bathin bahwa kita akan melaksanakan shalat sunnah idul fitri, (Kalau versi penulis adalah wajib niat dalam hati). Tidak ada adzan dan qomat, cukup menyeru “Ash-shalatu jami’ah”.

2). Takbiratul ihram .

Setelah iftitah, disunnahkan takbirsampai 7 (tujuh) kali – rakaat pertama.

Di sela-sela takbir dianjurkan membaca:

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Artinya: “Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang.”

Atau :

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar.”

3). Membaca Al-Fatihah.

Lalu dianjurkan membaca Surat al-A’lâ.

Lalu seperti shalat biasa sampai berdiri lagi seperti shalat biasa.

4).Berdiri kembali (rakaat kedua), takbir 5 (lima) kali sambil mengangkat tangan dan melafalkan “Allâhu Akbar”.

Disela-sela Takbir, membacaca lagi bacaan :

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Artinya: “Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang.”

Lalu seperti shalat biasa membaca Surat al-Fatihah, kemudian Surat al-Ghâsyiyah.

Lanjut seperti shalat biasanya sampai salam.

Note: Hukum takbir tambahan (7 Kali rakaat pertama dan 5 kali rakaat kedua adalah sunnah)

5). Selesai Salam, dianjurkan untuk tetap di tempat mendengarkan khutbah Idul Fitri

Hadits Ubaidullah bin Abdullah bin Utbah:

السنة أن يخطب الإمام في العيدين خطبتين يفصل بينهما بجلوس

Sunnah seorang Imam berkhutbah dua kali pada shalat hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha), dan memisahkan kedua khutbah dengan duduk.” (HR Asy-Syafi’i)

Untuk Khutbah: Khutbah 1 khatib disunnahkan memulainya dengan takbir 9 Kali, Khutbah 2 dengan takbir 7 kali. (Tata cara shalat idul fitri tersebut dapat dijumpai pada kitab Fashalatan karya Syekh KHR Asnawi, -salah satu pendiri Nahdlatul Ulama asal Kudus-; dan pada al-Fiqh al-Manhajî ‘ala Madzhabil Imâm asy-Syâfi‘î (juz I) karya Musthafa al-Khin, Musthafa al-Bugha, dan ‘Ali asy-Asyarbaji). Walahu a’lam. (Re/JUNI)

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.