oleh

Pagi Sempat Ditutup Total, Pantai Patimban Diputuskan Tetap Buka, Ini Alasannya

PUSAKANAGARA– Sempat ditutup total pada Minggu (16/5), Pantai Patimban diputuskan tetap buka dengan sejumlah skenario dan kebijakan protokol kesehatan yang makin ketat.

Hal ini diputuskan usai musyawarah antara Muspika Kecamatan Pusakanagara yakni Camat Pusakanagara Drs Muhamad Rudi, Kapolsek Pusakanagara Kompol Hidayat, Danramil Pusakanagara Kapten Inf Sanadi, Satgas Covid-19 Kecamatan Pusakanagara serta Karang Taruna Desa Patimban.

Dalam wawancara dengan Pasundan Ekspres, Camat Pusakanagara Drs Muhamad Rudi mengatakan, dalam 2 hari terakhir pantauan kunjungan wisatawan ke Pantai Patimban dilakukan dengan sejumlah pengaturan.

“Jika melihat kondisi dua hari terakhir, di Patimban ini ada lonjakan pengunjung ya. Tapi Alhamdulillah dengan pengaturan baik oleh Desa dan Karang Taruna Desa, hingga saat ini berjalan dengan baik,” ucapanya.

Sementara itu, terkait dengan perkiraan puncak libur lebaran pada hari Minggu ini, pihak Kecamatan bersama Satgas Covid-19 Kecamatan dengan sejumlah pertimbangan, memutuskan untuk tetap membuka Pantai Patimban meski pada Minggu pagi sempat ditutup total.

“Maka hari ini kami bersepakat bersama Satgas Covid-19, Aparat keamanan dan Karang Taruna juga siap, Pantai Patimban tetap buka dengan kapasitas maksimal 30%, kalau kapasitas 30% terpenuhi kita tutup dulu. Sampai nanti mulai lengang di dalam, nanti dibuka lagi,” kata Camat Rudi.

Selain itu, ada sejumlah skenario dan kebijakan yang disiapkan diantaranya memberlakukan sistem buka tutup kunjungan mana kala terjadi kepadatan kunjungan melebihi kapasitas 30%.

Lalu, memberlakukan pembatasan jam kunjungan dengan menempatkan personil Karang Taruna dilokasi pantai yang secara temporer melakukan sosialisasi, imbauan dan penjagaan serta memonitor penerapan protokol kesehatan Covid-19.

Disamping itu, bagi pengunjung yang tak memakai masker tidak diperkenankan untuk memasuki area Pantai Patimban atau diputar balikan.

Tim Satgas Covid-19 bersama tim keamanan juga akan memonitor kunjungan wisatawan di area Pantai Patimban.

Jika terjadi penumpukan, didalam, pengunjung yang sudah lama berwisata didalam akan diarahkan untuk keluar dan wisatawan baru akan diperbolehkan masuk jika kapasitas didalam pantai lengang dan tidak ramai.

“Sejumlah pengaturan dan skenario tersebut dilakukan dari hasil musyawarah dan berbagai pertimbangan. Tentunya terpenting adalah kesehatan masyarakat,” imbuhnya.

Camat Rudi mengakui tidak mudah dalam mengambil keputusan ini. Namun menimbang aspirasi yang disampaikan masyarakat, pedagang juga kesiapan dari seluruh elemen untuk bersama menjalankan kebijakan ini, jadi dasar diambilnya keputusan dari hasil musyawarah tersebut.

“Pemulihan ekonomi bisa berjalan namun tentunya kita juga harus tetap mematuhi dan melaksanakan secara ketat protokol kesehatan ini,” jelas Rudi.

Ia juga mengimbau bagi para masyarakat wisatawan, pengunjung Pantai Patimban, para pedagang elemen yang ada untuk bersama-sama mematuhi protokol kesehatan agar memutus mata rantai penyebaran Covid-19. (ygi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *