oleh

Waspada, Ini 4 Dampak Marah Pada Anak Menurut Ahli !!!

Waspada, Ini 4 Dampak Marah Pada Anak Menurut Ahli !!!

Waspada, Ini 4 Dampak Marah Pada Anak Menurut Ahli !!!
Waspada, Ini 4 Dampak Marah Pada Anak Menurut Ahli !!!

Dampak marah pada anak seharusnya kita ketahui sebagai Orang tua, agar dapat menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada kita dan anak, sebab kita lihat saja berita di televisi beberapa tahun yang lalu misalnya, ada saja Ibu yang tega menganiyaya Anak kandung sendiri yang justru anak tersebut masih Balita dan tentu saja belum mempunyai kekuatan untuk melawan atau setidaknya membela diri. Hingga pada akhirnya Balita tersebut Koma sampai berita tersebut diturunkan pada 22 Maret 2018. Memarahai anak, apalagi pada balita yang sering dimarahi atau dibentak memang beragam efek sampingnya.

Terlepas dari Marah pada anak itu dengan kasar atau tidak, dengan membentak nada halus atau tidak, tetap saja yang namanya memarahi itu sebenarnya tidak dianjurkan, apalagi terhadap anak yang pada usia anak sedang berkembang, misalnya Marah pada anak usia 2 tahun. Hal ini disengaja atau tidak, disadari atau tidak, dapat mempengaruhi sel-sel otak anak yang sedang berkembang.

Dampak Marah pada anak mungkin saja belum terasa pada saat itu, namun bisa saja dirasakan nanti ketika anak mulai beranjak dewasa, hal-hal yang pernah dilakukan Orang tua pada anak itu memang terbukti terekam oleh ingatan anak dan memori anak yang masih sangat polos dalam menerima hal yang terjadi di sekitarnya, terutama di dalam keluarganya.

Haruskah Orang Tua Marah Saat Anak Bermain?

Kadangkala memang kita sebagai Orang tua sudah berusaha bersabar dalam menghadapi anak terutama anak balita, yang sedang ekspresif bahkan agresif dalam bermain, sedang senang-senangnya mengekspresikan dirinya dalam suatu hal, misalkan pada balita yang aktif, senang bermain-main di rumah dengan mainannya, dan menghamburkan mainannya dengan sesaat, bisa saja menjadi salahs atu penyebab Ayah atau Ibu marah pada anak, apabila Orang tua tidak dapat mengendalikan dan Meredam Emosi pada anak tersebut.

Jika terlalu sering dimarahi, akan menjadi hal negatif sebagai Dampak marah pada anak.

Ketahui penyebab marah pada anak

Untuk itu, Orang tua tentu saja harus mengetahui apa saja  Penyebab Mudah marah dan emosi pada anak, Serta mengetahui berbagai cara mengelola emosi dengan baik agar dampak marah pada anak bisa dihindari sedini mungkin.

Berikut Alasan dari Dampak Marah Pada Anak:

Waspada, Ini 4 Dampak Marah Pada Anak Menurut Ahli !!!
Waspada, Ini 4 Dampak Marah Pada Anak Menurut Ahli !!!

1.Mengurangi rasa Percaya diri anak.

Anak yang sering dimarahi bisa saja merasa apa yang Anak lakukan dianggap selalu salah, sehingga bisa menimbulkan Anak menjadi Kurang atau tidak berani lagi melakukan sesuatu hal yang baru, yang sebenarnya itu adalah proses daya naluri anak untuk berekspresi terhadap apa yang dia lakukan dikesehariannya, seperti bermain.

Salahkah Anak yang Menghamburkan Mainannya?

Mungkin bisa saja kita yang mengatakan Anak berlaku Salah, walaupun sebenarnya tindakan anak tidak salah, hanya saja perasaan kesal dan kecewa pada anak yang misalnya sudah menghamburkan mainan ke lantai yang membuat ayah atau ibunya marah.

Padahal kalau dihadapai dengan pengelolaan emosi yang bijak dan tidak terburu-buru dalam memarahi anak, kita fikirkan saja, Anak hanya menghamburkan mainan yang sebenarnya bisa dirapihkan kembali, bisa kita ajak anak untuk merapihkan kembali mainan yang telah dia hamburkan

Cara ini juga termasuk cara mendidik anak agar Bertanggung jawab pada apa yang dia kerjakan. Bukan dengan cara memarahi anak yang kedepannya hanya menimbulkan efek samping negatif pada Anak hanya gara-gara hal kecil.

2.Membangunkan rasa Trauma pada Anak

Dampak marah pada Anak bisa saja menimbulkan rasa trauma pada anak. Anak menjadi takut berlebihan pada Orang tua, lalu ketika anak sudah besar dan ingin menceritakan sesuatu hal yang dia lewati, anak merasa enggan menceritakan sebab takut jika hal itu salah lalu dimarahi.

Padahal Orang tua lah yang anak inginkan untuk tempat bercerita dan mendapatkan petuah dari Orang tuanya sendiri dalam mengarungi hidup apalagi anak yang baru memasuki Sekolah misalnya, sangat butuh bimbingan dari Orang tua tentunya.

3.Anak menjadi sangat segan yang berlebihan pada Orang tua

Merasa segan pada Orang tua itu memang ada baiknya, namun jika segan yang berlebihan, menurut Penulis itu kurang baik. Sehingga pada anak yang sering dimarahi, ketika dia melakukan sesuatu hal yang berlum pernah dia lakukan, namun takut jika salah, dia selalu bertanya pada Orang tuanya misal “Mau ini boleh?” dan sebagainya.

Pertanyaan itu memang simpel, tapi sebenarnya ada hal yang tersirat dari pertanyaan anak tersebut, misalkan saja anak sunguh segan dan takut akan dimarahi jika salah, sehingga akan selalu dan terus bertanya setiap ingin melakukan suatu hal, meskipun hal itu adalah hal kebaikan sebenarnya.

4.Dapat merusak Sel Otak pada Anak

Dampak marah pada anak, apalagi sering dimarahi sejak Usia anak masih Bayi dan Balita, diketahui dapat merusak Sel-sel Otak pada anak, hal ini yang sangat dihindari tentunya. Dilansir dan dirangkum dari wajibbaca, dari sebuah Buku karya dari Lise Eliot, Phd, Seorang NeuroScientist dari Chicagi Medical Shcool, yang berjudul:

Whats going on in There? How The Brain and Mind Develop in The First Five Years of Life

Yang dapat disimpulkan arti dari judul buku tersebut adalah tentang “Apa yang sedang terjadi di sana?(pada Otak anak), Bagaimana Otak dan Fikiran Berkembang dalam Lima tahun pertama pada kehidupan Anak sejak dilahirkan

Pada bukunya tersebut, Lise Eliot mengungkapkan tentang Fakta dari Penelitiannya pada Otak Bayinya sendiri, dengan memasang alat khusus berupa perangkat pada kepala bayinya, yang terhubung dengan jaringan ke komputer agar dapat melihat perkembangan terutama pada Otak bayinya di layar monitor. Lise Eliot mengungkapkan yang intinya seperti ini:

“Ketika Bayinya terbangun, kemudian ia memberi bayinya ASI, lalu yang muncul pada layar monitor adalah gambar-gambar pembentukan rangkaian yang indah dari Sel-Sel Otak bayinya.

Lalu ketika tidak sengaja Anak yang sedang mendapatkan ASI tersebut menendang sebuah kabel komputer, Ibunya kaget dan spontan berteriak dengan berkata “Tidak”/”No”. Teriakan seperti ini saja dapat membuat Bayi mejadi terkejut, lalu mempengaruhi Sel-Sel pada Otak Bayi, Hal ini dapat terlihat pada Monitor yang dipasang Lise Eliot tersebut memperlihatkan Gambar sel otak yang menggelembung (yang semakin membesar) layaknya balon lau kemudian gelembung tersebut pecah dan berubah warna, yang disimpulkan dapat menandakan bahwa terdapat kerusakan pada sel-sel otak Bayinya yang diakibatkan dari rasa kaget atau terkejut dengan teriakan Ibunya tersebut”.

Dari Fakta yang diungkapkan Lise Eliot dalam Bukunya tersebut, tentu saja dapat menjadi gambaran bahwa dengan teriakan yang spontan dan tidak banyak kalimat saja, sangat berpengaruh pada Otak anak. Apalagi pada Anak yang seringkali dimarahi dan dibentak dengan teriakan bahkan yang sangat dihindari adalah dengan kekerasan fisik. Tentu saja akan mempunyai dampak marah pada anak yang sangat negatif tentunya.

Jadi alangkah baiknya jika anak melakukan kesalahan, kita ajak anak meluruskan dan memperbaiki kesalahannya dengan kepala dingin tanpa emosi sesaat dari Orang tua (Re/JUNI)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *